Connect With Us

KPAI Sebut 19 Anak Alami Kekerasan Aparat saat Demo DPR RI

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:10

Anggota KPAI Sylvana Apituley saat bertemu anak-anak pelajar yang diamankan di Polda Metro Jaya, (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNWS.com-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.

Kekerasan itu dialami ketika mereka tiba di halaman Polda Metro Jaya (PMJ) hingga mengakibatkan luka, memar dan benjol di kepala.

Selain itu, dua anak mengaku diamankan padahal tidak berniat ikut aksi, hanya kebetulan berada di lokasi.

"KPAI mencatat selama di PMJ, anak-anak diberi makanan dan istirahat malam hari, tetapi mereka tidak didampingi pendamping sesuai amanat UU No 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," kata Anggota KPAI Sylvana Apituley, melalui siaran pers.

PMJ mengakui hal ini dengan alasan anak-anak hanya diminta bercerita secara lisan dan tertulis tanpa pemeriksaan formal atau BAP.

Adapun jumlah anak yang diamankan aparat Polda Metro Jaya yakni 196 pada 25 Agustus dan 190 anak pada 28 Agustus 2025.

"Anak-anak ini berusia 12 hingga 17 tahun berasal dari Jakarta, Tangerang (Banten dan Bekasi (Jawa Barat," tambahnya.

Menurut keterangan mereka, sebagian besar ikut aksi karena ajakan teman, kakak kelas, alumni atau melalui medsos TikTok.

Ajakan disebarkan melalui WhatsApp. Anak-anak menyiapkan keikutsertaan dengan mengganti seragam, membawa jaket berkupluk, HP, charger dan perlengkapan kecil lainnya,

"Sebagian besar mengaku ikut aksi karena alasan umum, menolak kenaikan gaji/tunjangan DPR RI," kata Sylvana.

Atas hal ini, Sylvana menegaskan untuk mengentikan pelibatan anak dalam aksi unjuk rasa anarkis. Praktik ini merupakan bentuk pengabaian dan pelanggaran hak anak yang harus segera dihentikan. 

"Eksploitasi anak dalam aksi politik adalah pelanggaran serius yang  harus dihentikan. Negara, orang tua dan masyarakat wajib memastikan anak-anak aman, terlindungi dan memiliki ruang partisipasi yang sehat," tutupnya.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

SPORT
ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo

ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo

Jumat, 4 September 2026 | 12:17

ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.

KOTA TANGERANG
Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Sabtu, 12 September 2026 | 17:22

Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill