Connect With Us

Hindari Mitos! Dokter Ungkap Detik-detik Kritis Golden Hour Stroke dan Fakta Pemicu Utamanya

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:19

Dokter Spesialis Saraf RS Siloam Lippo Village Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, Sp.N, Subsp.E.N.K. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Munculnya gejala stroke merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan secepat kilat. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang terjebak mitos penanganan, padahal waktu adalah penentu utama peluang sembuh

Padahal penderita stroke memiliki Waktu Emas (Golden Hour) penanganan yang menjadi penentu keselamatan mereka.

 

Mitos Tusuk Jari hingga Pijatan

Dokter Spesialis Saraf RS Siloam Lippo Village Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, Sp.N, Subsp.E.N.K menegaskan bahwa penundaan penanganan akibat terjebak mitos dapat merusak jaringan otak permanen.

Saat melihat gejala stroke seperti bibir turun, tangan lemah mendadak, hindari tindakan yang tidak berbasis bukti ilmiah.

"Tindakan seperti menusukkan jarum di ujung jari agar darah keluar untuk menyembuhkan sumbatan adalah mitos. Termasuk memijat atau mengompres dengan daun tertentu. Tindakan ini berbahaya karena hanya membuang waktu penanganan kritis," tegasnya saat memperingati World Stroke Day di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Rabu 29 Oktober 2025.

 

Kunci Kesembuhan Ada di 4,5 Jam Pertama

Jika muncul tanda-tanda stroke seperti satu sisi tubuh bekerja tidak normal, bibir turun, atau tangan tiba-tiba lemah, tindakan yang harus dilakukan hanya satu, segera ke rumah sakit!

Dr. Pricilla menekankan adanya Golden Hour penanganan, yakni 4 hingga 4,5 jam pertama sejak gejala muncul. Dalam periode kritis ini, pasien masih mungkin (eligible) mendapatkan obat peluruh sumbatan.

"Petugas medis akan berkali-kali menanyakan kapan terakhir kali pasien terlihat normal, untuk menentukan apakah masih mungkin dilakukan pemberian obat," jelasnya.

Menunda penanganan, bahkan hanya dengan mampir ke klinik terdekat, dapat membuang waktu berharga dan membuat peluang sembuh semakin kecil karena kerusakan jaringan saraf otak terus berjalan.

Pasien wajib dibawa ke Rumah Sakit Siap Stroke (Stroke Ready Hospital) yang memiliki alat penunjang seperti CT Scan atau MRI.

"Melalui alat penunjang tersebut, petugas medis akan segera menentukan apakah pasien masih layak menerima obat peluruh sumbatan berdasarkan waktu kejadian," ujar Dr. Pricilla.

 

Faktor Risiko Multifaktorial

Dr. Pricilla mengingatkan bahwa stroke adalah penyakit multifaktorial. Pencegahan tidak cukup hanya dengan olahraga jika faktor risiko utama dibiarkan.

Ia membeberkan faktor risiko utama yang wajib dikontrol yakni Tekanan Darah (Tensi), Gula Darah dan Kolesterol.

"Kalau usia itu faktor yang tak dapat dikontrol, di mana pembuluh darah makin kaku," terangnya.

Yang paling sering terlewatkan adalah kebiasaan mendengkur, apalagi jika sangat keras hingga sering dikeluhkan pasangan. Hal ini dapat menjadi faktor risiko stroke yang serius karena mengganggu pola tidur dan menurunkan oksigenasi ke otak.

Indikator lain mendengkur berbahaya adalah jika penderitanya sering mengantuk di siang hari meski tidur sudah cukup.

"Mendengkur keras dapat menyebabkan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol cenderung naik, bahkan saat sudah minum obat," jelasnya.

 

Pencegahan dengan Screening Dini dan Aging with Health

Dr. Pricilla menyarankan agar masyarakat melakukan penuaan yang sehat (aging with health) dan screening dari awal untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dimiliki.

"Penanganan harus segera dilakukan saat ketahuan ada risiko, bisa dengan perubahan pola hidup, atau langsung obat dari awal," sarannya.

Sebab, jika seseorang baru diobati setelah mengalami stroke (secondary prevention), tujuannya hanya untuk mencegah agar tidak terjadi stroke berulang.

Oleh karena itu, identifikasi dan kendalikan semua faktor risiko sejak dini adalah kunci untuk menjaga jaringan saraf otak tetap sehat.

Sementara itu, dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village menjelaskan sebagai rumah sakit yang telah diakui sebagai Stroke Ready Hospital, pihaknya berkomitmen memberikan layanan penanganan stroke yang terpadu, cepat, dan berbasis teknologi modern.

"Siloam Hospitals Lippo Village memastikan bahwa proses diagnosis dan tindakan medis dilakukan dalam waktu kurang dari 45 menit sejak pasien tiba di IGD, mulai dari pemeriksaan CT Scan otak, pemberian obat trombolitik (jika memenuhi kriteria), hingga koordinasi dengan tim multidisiplin," jelasnya.

Tim Stroke Unit Siloam Hospitals Lippo Village terdiri dari dokter spesialis saraf, dokter radiologi, spesialis rehabilitasi medis, perawat terlatih, dan tenaga pendukung yang bekerja secara kolaboratif untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan optimal dari fase akut hingga rehabilitasi pasca-stroke.

Selain layanan darurat, Siloam Hospitals Lippo Village juga terus melakukan program edukasi publik dan skrining stroke guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan gaya hidup tidak sehat.

“Kami percaya bahwa edukasi, deteksi dini, dan respon cepat adalah kunci dalam menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke. Di Siloam Hospitals Lippo Village, kami tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga pada pencegahan dan pemulihan kualitas hidup pasien,” ungkap dr. Erick Prawira.

Komitmen Siloam Hospitals Lippo Village dalam memberikan pelayanan stroke yang unggul telah  mendapatkan pengakuan internasional melalui perolehan Diamond Award dari ANGELS Initiative, sebuah penghargaan international bergengsi yang diberikan kepada rumah sakit dengan standar penanganan stroke terbaik di dunia.

NASIONAL
Simak Tips Berkunjung ke GIIAS 2026 di Akhir Pekan Ini

Simak Tips Berkunjung ke GIIAS 2026 di Akhir Pekan Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:10

Pameran otomotif terbesar se-Asia Tenggara, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kini memasuki akhir pekan pertamanya sejak resmi dibuka pada 30 Juli 2026.

BANTEN
Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill