Connect With Us

Pemerintah Ogah Tetapkan Banjir di Sumatra Jadi Bencana Nasional, Sebut Belum Penuhi Kriteria

Fahrul Dwi Putra | Senin, 1 Desember 2025 | 14:10

Kondisi banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis, 27 November 2025. (ANTARA / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Republik Indonesia (RI) belum menetapkan status darurat bencana nasional setelah banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak 25 November 2025. 

Padahal, bencana hidrometeorologi ini telah merusak berbagai infrastruktur strategis dan menelan korban hingga ratusan jiwa.

Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania mengatakan, penetapan status darurat nasional diperlukan mengingat besarnya jumlah korban dan melumpuhnya infrastruktur penting di tiga provinsi tersebut.

"Empati saja tidak cukup. Pemerintah harus segera bertindak dengan kewenangan tertinggi untuk menetapkan status darurat bencana nasional," kata Dini dikutip dari Tempo.co, Senin, 1 Desember 2025.

Dini menilai status tersebut akan memberi dasar politik bagi presiden untuk melakukan audit lingkungan, moratorium izin, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang ditengarai merusak kawasan hingga memicu bencana. 

Ia menambahkan, karakter bencana yang dipicu Siklon Tropis Senyar bersifat lintas wilayah sehingga membutuhkan komando terpadu dari pemerintah pusat. 

Kerusakan jalur lintas Sumatra yang berdampak pada mobilitas logistik nasional juga dinilai memerlukan intervensi APBN.

Sementara itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan kejadian tersebut masih dikategorikan sebagai bencana daerah tingkat provinsi.

Ia menjelaskan, hanya ada dua peristiwa yang pernah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional, yaitu pandemi Covid-19 dan tsunami Aceh 2004. 

"Cuma dua itu yang bencana nasional. Sementara setelah itu banyak terjadi bencana gempa Palu, gempa NTB kemudian gempa Cianjur (bukan bencana nasional)," ujar Suharyanto pada Jumat, 28 November 2025, lalu. 

Suharyanto mengatakan skala korban menjadi salah satu pertimbangan. Hingga 30 November, total korban meninggal di tiga provinsi tercatat 442 orang, sementara 402 orang lainnya masih hilang. 

Korban terbanyak berada di Sumatra Utara dengan 217 orang tewas dan 209 hilang. Di Sumatra Barat, 129 orang meninggal dan 118 orang hilang, sedangkan di Aceh tercatat 96 korban tewas dan 75 orang hilang.

Menurutnya, kondisi di wilayah terdampak tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan melalui media sosial. 

Bahkan, kata dia, situasi sebenarnya sudah mulai pulih dan lebih terkendali setelah hujan berhenti.

“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial,” ucap Suharyanto.

Lanjutnya, wilayah yang masih dalam kondisi serius saat ini adalah Tapanuli Tengah, sementara daerah lain pun mulai membaik.

TEKNO
Tren Pencahayaan Adaptif untuk Menjawab Kebutuhan Ruang Dinamis

Tren Pencahayaan Adaptif untuk Menjawab Kebutuhan Ruang Dinamis

Jumat, 24 April 2026 | 09:06

Seiring dengan perkembangan desain arsitektur dan interior yang semakin dinamis, kebutuhan akan elemen pendukung ruang pun ikut mengalami perubahan. Ruang kini tidak lagi bersifat statis, melainkan terus bertransformasi mengikuti fungsi

OPINI
Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Kamis, 23 April 2026 | 14:04

Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.

BISNIS
Nike PHK Massal Lagi, Ribuan Karyawan Terancam Dipangkas

Nike PHK Massal Lagi, Ribuan Karyawan Terancam Dipangkas

Jumat, 24 April 2026 | 12:32

Perusahaan perlengkapan olahraga Nike kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.400 karyawan di berbagai wilayah operasinya.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill