Connect With Us

BMKG Ungkap Bibit Siklon 91S Resmi Jadi Siklon Tropis Luana, Ini Dampaknya

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:28

Ilustrasi hujan lebat. (Istimewa / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau sejak 21 Januari 2026 telah berkembang menjadi Siklon Tropis Luana. 

Sistem badai tersebut terbentuk pada 24 Januari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB dan saat ini berada di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.

“Saat ini, posisinya berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta, sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” demikian keterangan BMKG yang disampaikan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dikutip dari Kumparan.

BMKG menjelaskan, TCWC Jakarta merupakan pusat peringatan dini siklon tropis yang bertugas memantau sekaligus memberikan informasi terkait bibit hingga siklon tropis yang berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia. 

Dalam sistem pemantauan internasional, bibit siklon diberi kode numerik sementara, seperti 91S, dan baru memperoleh nama resmi setelah intensitasnya meningkat menjadi siklon tropis. Pada fase inilah nama Luana ditetapkan.

BMKG juga menyampaikan, dalam 24 jam ke depan, kekuatan Siklon Tropis Luana diperkirakan akan melemah dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia. Meski demikian, keberadaan sistem ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan nasional.

BMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. 

Selain itu, angin kencang diprakirakan berpengaruh di sejumlah daerah, antara lain Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Di sektor kelautan, Siklon Luana berpotensi memicu gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, serta Laut Arafura bagian barat. 

Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diprakirakan terjadi di perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, serta Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Barat. 

Adapun gelombang sangat tinggi, berkisar 4 hingga 6 meter, berpotensi muncul di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi, serta selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru,” kata BMKG.

BMKG mengingatkan, meski Siklon Tropis Luana diperkirakan bergerak menjauh dari Indonesia, dampak ikutan berupa hujan, angin, dan gelombang laut masih perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut dalam beberapa hari ke depan.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

BANTEN
Start dari Cilegon, 30 Motor Listrik Buktikan Mampu Tempuh Rute Sejauh 1.200 Km ke Bali 

Start dari Cilegon, 30 Motor Listrik Buktikan Mampu Tempuh Rute Sejauh 1.200 Km ke Bali 

Senin, 15 Juni 2026 | 11:19

Sebanyak 30 pengendara motor listrik memulai perjalanan lintas pulau sejauh sekitar 1.200 kilometer dari Cilegon, Banten menuju Singaraja, Bali, Minggu, 14 Juni 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill