Connect With Us

Program Makan Bergizi Gratis Diusulkan Setop Sementara Saat Libur Sekolah

Fahrul Dwi Putra | Senin, 15 Juni 2026 | 03:35

Ilustrasi SPPG. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com– Komisi IX DPR RI mengusulkan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai, masa libur sekolah dapat dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG yang saat ini berjalan di berbagai daerah.

Menurutnya, temuan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengenai potensi pemborosan anggaran yang disebut mencapai lebih dari Rp1 triliun setiap bulan perlu menjadi perhatian serius.

"Menurut saya, momentum libur sekolah yang akan datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara pelaksanaan program MBG sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program," kata Charles, dikutip dari CNN Indonesia, Senin 15 Juni 2026.

Ia menilai dugaan pemborosan tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa, terlebih di tengah kebutuhan anggaran pemerintah yang cukup besar untuk berbagai sektor lainnya.

Charles mendorong pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia MBG selama masa evaluasi berlangsung. 

Pemeriksaan itu meliputi aspek keamanan pangan, kualitas makanan yang disajikan, penggunaan anggaran, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa.

"Selama masa evaluasi, pemerintah perlu melakukan audit terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi, baik dari aspek keamanan pangan, kualitas makanan, efisiensi anggaran, maupun tata kelola pengadaannya," ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan dapur penyedia makanan yang terbukti tidak memenuhi standar atau berulang kali dikaitkan dengan kasus keracunan perlu diberikan sanksi tegas, termasuk kemungkinan penghentian operasional secara permanen.

Charles juga menyinggung sejumlah kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut. 

Menurutnya, keselamatan penerima manfaat harus menjadi perhatian utama dalam menjalankan program pemerintah.

Ia menambahkan, keberhasilan program MBG tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah penerima manfaat maupun besarnya anggaran yang telah disalurkan.

"Yang lebih penting adalah apakah program ini benar-benar berhasil memperbaiki status gizi anak-anak yang membutuhkan, aman dikonsumsi, dan dikelola secara efisien serta akuntabel," katanya.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KAB. TANGERANG
Kemarau Ekstrem, 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Status Awas Kekeringan

Kemarau Ekstrem, 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Status Awas Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 | 12:54

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 25 Kecamatan di wilayahnya memasuki status Awas Bencana Kekeringan imbas kemarau ekstrem yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla.

KOTA TANGERANG
Keracunan Makanan? Berikut Panduan Penanganan dan Pencegahannya dari Dokter RS Sari Asih Bintaro

Keracunan Makanan? Berikut Panduan Penanganan dan Pencegahannya dari Dokter RS Sari Asih Bintaro

Selasa, 15 September 2026 | 13:58

Keracunan makanan tidak selalu hanya berupa gangguan pencernaan ringan. Makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai penyakit, bahkan lebih dari 200 jenis penyakit menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill