Connect With Us

Komisi XII Soroti Penyegelan Rumah Ibadah POUK Tesalonika di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 7 April 2026 | 20:37

Anggota Komisi XII DPR RI Maruli Siahaan. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Polemik penyegelan rumah ibadah jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang mendapat sorotan tajam dari Komisi XII DPR RI.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Dapil Sumatra I Maruli Siahaan menegaskan bahwa polemik tersebut menjadi pengingat penting bahwa kebebasan beragama merupakan hak konstitusional yang wajib dijamin dan dilindungi oleh negara. 

Menurutnya, dalam perspektif hukum, setiap bentuk pembatasan aktivitas ibadah tanpa dasar yang sah berpotensi bertentangan dengan konstitusi, khususnya ketentuan dalam UUD 1945 yang menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinannya.

“Negara harus hadir sebagai penjamin keadilan. Kebebasan beragama bukan sekadar norma, tetapi hak konstitusional yang tidak boleh dikurangi dalam kondisi apa pun,” ujar Maruli, Selasa 7 April 2026.

Ia menilai peristiwa tersebut juga mencerminkan adanya kesenjangan antara nilai toleransi yang dijunjung dalam Pancasila dengan praktik di lapangan.

Karena itu, negara memiliki kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak beragama setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut mengingatkan bahwa pemerintah, termasuk pemerintah daerah, tidak boleh tunduk pada tekanan kelompok tertentu dalam mengambil kebijakan.

“Dalam negara hukum, setiap kebijakan harus didasarkan pada aturan yang berlaku, bukan tekanan sosial. Penolakan masyarakat tidak dapat dijadikan legitimasi untuk membatasi hak konstitusional,” tegas Maruli.

Ia juga mendorong adanya langkah konkret ke depan melalui penguatan nilai toleransi, penegakan hukum yang adil, serta evaluasi terhadap regulasi yang berpotensi diskriminatif, agar prinsip keberagaman benar-benar terwujud dalam kehidupan berbangsa.

Nilai Bhinneka Tunggal Ika harus diimplementasikan secara nyata, tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga tercermin dalam kebijakan dan praktik di lapangan.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perlindungan hak beragama berjalan optimal, sehingga persatuan bangsa tetap terjaga.

“Kebebasan beragama adalah fondasi persatuan. Hak konstitusional tidak boleh dikalahkan oleh tekanan mayoritas,” pungkas Maruli.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill