Connect With Us

Peralihan Musim di Indonesia Belum Usai, BMKG Ungkap Periode Cuacanya

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 15 April 2026 | 14:00

Ilustrasi Musim Pancaroba. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Masa pancaroba masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia seiring peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. 

Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, termasuk hujan yang masih kerap turun di beberapa daerah.

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau 2026 diprediksi terjadi secara bertahap mulai April hingga Juni. Dengan demikian, periode pancaroba diperkirakan berlangsung sejak Maret hingga Mei 2026.

"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April (114 ZOM; 16,3%), Mei (184 ZOM; 26,3%), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3%)," sebut BMKG dalam laporannya dikutip dari detikcom, Rabu, 15 April 2026.

Selama masa peralihan ini, kondisi atmosfer cenderung tidak stabil. Perubahan arah angin serta peningkatan suhu udara menjadi pemicu terbentuknya awan hujan secara tiba-tiba, meskipun secara umum wilayah mulai memasuki musim kemarau.

BMKG juga menjelaskan, dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah menjadi salah satu indikator pergeseran musim.

Selain itu, perbedaan suhu antara siang dan malam hari semakin terasa, yang menjadi ciri khas pancaroba.

Dalam periode ini, potensi hujan masih cukup tinggi dan dapat terjadi secara mendadak. Bahkan, hujan berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang dalam durasi singkat.

Untuk periode 14 hingga 20 April 2026, BMKG mencatat curah hujan masih berlanjut di sejumlah wilayah. Kondisi ini dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia yang turut memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia.

"BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tulis BMKG.

Adapun puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Juli hingga September. Namun, waktu puncaknya dapat berbeda di tiap wilayah tergantung kondisi geografis dan dinamika iklim masing-masing daerah.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

BANTEN
Ada 160 Perusahaan Tambang Berizin di Banten, Pemprov Pantau Kewajiban Reklamasi Lahan

Ada 160 Perusahaan Tambang Berizin di Banten, Pemprov Pantau Kewajiban Reklamasi Lahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:41

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten mencatat sebanyak 160 perusahaan pertambangan telah mengantongi izin operasi produksi di wilayah Banten.

BANDARA
Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka, Rugikan Negara Rp4,94 Miliar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:46

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo (APK) berinisial GM ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dalam perkara dugaan korupsi kerja sama pengoperasian pesawat udara tahun 2022.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill