Connect With Us

Kala Prabowo Tanya ke Buruh Soal Program MBG, Ada yang Jawab Tidak Bermanfaat

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 1 Mei 2026 | 18:25

Presiden Prabowo Subianto bertanya kepada massa buruh soal manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat, 1 Mei 2026. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Presiden Prabowo Subianto menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. 

Dalam pidatonya, ia bahkan langsung menanyakan tanggapan buruh terhadap program tersebut.

Di hadapan massa, Prabowo menyebut pemerintah telah menggulirkan berbagai program sosial. Ia kemudian menyoroti MBG sebagai salah satu program utama pemerintahannya.

“Kami juga beri MBG. Saya tanya ke saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?” kata Prabowo dikutip dari Tempo.co.

Namun, respons dari massa tidak seragam. Sebagian buruh menyatakan setuju, sementara sebagian lainnya terdengar tidak sepakat. 

Meski demikian, Prabowo tetap melanjutkan penjelasannya. Ia menyebut masih banyak anak yang mengalami kekurangan gizi dan pertumbuhan yang tidak optimal.

"MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Saudara-saudara sekalian anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi, badannya kecil, selnya tidak berkembang. Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana-mana," tuturnya.

Menurutnya, program ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi karena menciptakan permintaan terhadap berbagai komoditas seperti daging, telur, susu, ikan, dan hasil pertanian.

"Ekonomi kita hidup, petani dapat penghasilan, saudara-saudara sekalian. Uang ini semua beredar. Indonesia tambah sejahtera," kata Prabowo.

Pemerintah saat ini menargetkan program MBG menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat. Program tersebut menjadi salah satu janji utama Prabowo sejak masa kampanye Pilpres 2024.

Di sisi lain, program ini juga menuai kritik. Sejumlah ekonom menilai anggaran yang dialokasikan cukup besar dan berpotensi membebani keuangan negara. 

Salah satu usulan ialah melakukan penyesuaian anggaran agar lebih terfokus pada wilayah dengan tingkat stunting dan gizi buruk.

Guru Besar IPB University Didin Damanhuri menilai, anggaran program tersebut sebaiknya difokuskan agar lebih efisien.

“Jadi anggaran lainnya bisa menghindari defisit, membiayai kenaikan harga minyak, membiayai bantuan sosial dan berbagai keperluan pembangunan,” ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan ekonom dari CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, yang menilai pemangkasan anggaran MBG dapat menjadi langkah cepat dalam menjaga kondisi fiskal.

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill