Connect With Us

Warga Keluhkan Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Berpotensi Dilarang Beli BBM Subsidi

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:03

Ilustrasi BBM di SPBU Pertamina. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang masuk kelompok Desil 9 dan 10 tidak membeli BBM bersubsidi.

"Ya sudahlah yang kaya-kaya yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima," jelas Bahlil dikutip dari Kompas.com, Rabu 19 Agustus 2026.

Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Desil 9 dan 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi. 

Sementara kelompok Desil 1 hingga 5 berada pada kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi lebih rendah dan menjadi prioritas penerima bantuan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pembahasan pemerintah mengenai penyaluran subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. 

Bahlil mengatakan, pemerintah masih mengkaji kemungkinan menggunakan kategori desil sebagai salah satu dasar dalam pembatasan pembelian Pertalite.

"Pembatasan Pertalite, sekarang kita masih dalam kajian, lagi dikaji," ujar Bahlil.

Adapun ketentuan pembelian BBM bersubsidi yang berlaku saat ini telah menetapkan batas volume harian untuk sejumlah jenis kendaraan. 

Bus dan truk, misalnya, dibatasi maksimal 200 liter per hari, sedangkan kendaraan biasa maksimal 50 liter per hari.

Di sisi lain, muncul keluhan dari sejumlah masyarakat yang tercatat dalam Desil 9 atau 10. 

Masyarakat merasa kategori tersebut tidak menggambarkan kondisi ekonomi sebenarnya. 

Sebagian warga mengaku masih memiliki pendapatan terbatas dan harus memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.

Salah satunya Ipeh, warga Sragen, yang mengaku terkejut setelah mengetahui keluarganya masuk Desil 9. 

Ia menyebut pendapatan keluarganya masih setara upah minimum daerah dan tinggal di rumah dengan daya listrik terbatas.

“Kaget banget tiba-tiba saya masuk desil 9, padahal gaji masih UMR dan rumah saya bahkan hanya memiliki daya listrik 900 VA,” ujarnya dikutip dari JanalokaJournal.

Pemeringkatan DTSEN disusun dengan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial dan ekonomi rumah tangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, penentuan desil menggunakan sejumlah variabel, antara lain pendidikan, pekerjaan, kondisi bangunan tempat tinggal, kepemilikan aset, serta karakteristik demografi. 

Posisi desil menunjukkan kedudukan relatif suatu rumah tangga dibandingkan keseluruhan populasi.

Karena itu, seseorang yang memiliki pengeluaran terbatas tetap dapat berada pada desil yang lebih tinggi apabila kondisi sosial ekonominya secara relatif berada di atas kelompok masyarakat lain yang lebih rentan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet juga menilai kelompok Desil 10 memiliki rentang kondisi ekonomi yang sangat beragam.

“Desil 10 memang sangat heterogen karena batas bawahnya jelas, tetapi tidak punya batas atas,” bebernya. 

Berdasarkan data yang menjadi acuan, pengeluaran per kapita pada batas bawah Desil 10 berada di kisaran Rp3,03 juta per bulan, sedangkan batas tertingginya dapat mencapai sekitar Rp133 juta per bulan.

Dengan rentang yang sangat lebar tersebut, kelompok Desil 10 tidak seluruhnya terdiri atas masyarakat dengan kondisi ekonomi yang sama. 

Hanya sebagian kecil yang masuk kategori kelas atas, sementara sebagian lainnya masih berada pada kelompok menengah yang rentan menghadapi tekanan ekonomi.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

TANGSEL
Tekan Risiko Demensia dan Penyakit Kronis, 36 Pos Lansia Dibuka di Tangsel

Tekan Risiko Demensia dan Penyakit Kronis, 36 Pos Lansia Dibuka di Tangsel

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengoperasikan sebanyak 36 Pos Lansia yang tersebar di berbagai kelurahan untuk memperkuat layanan kesehatan dan ruang sosial bagi warga lanjut usia.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill