Connect With Us

Manipulasi Angka Kemiskinan BPS Indonesia vs Data Bank Dunia

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:28

Fajrina Laeli S.M, Aktivis Muslimah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Fajrina Laeli, S.M., Aktivis Muslimah

 

TANGERANGNEWS.com-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Profil Kemiskinan di Indonesia untuk periode September 2024 sebesar 8,57 persen atau setara dengan 24,06 juta orang. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 0,46 persen dibandingkan Maret 2024 (bps.go.id, 15/1/2025).

Data ini sangat berbeda dengan yang dirilis Bank Dunia, yang mencatat bahwa sebanyak 60,3 persen atau sekitar 171,91 juta penduduk Indonesia masuk dalam kategori miskin (finance.detik.com, 30/4/2025).

Perbedaan angka ini disebabkan oleh perbedaan standar pengukuran. Seseorang bisa saja tidak dikategorikan miskin menurut standar nasional, tetapi masuk kategori miskin ekstrem secara global. Perhitungan yang digunakan BPS didasarkan pada kebutuhan dasar dengan nilai Rp595.242 per bulan.

Sementara itu, Bank Dunia menggunakan indikator global: penduduk yang memiliki pengeluaran kurang dari USD 6,85 atau sekitar Rp113.777 per hari (kurs Rp16.606) termasuk dalam kelompok miskin di negara berpendapatan menengah atas (liputan6.com, 30/4/2025).

Jika dihitung, angka Rp595.242 per bulan hanya setara dengan sekitar Rp19.842 per hari. Jelas angka ini sangat minim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk mencukupi kebutuhan pangan per orang pun sulit tercapai.

Inilah dampak dari sistem kapitalisme dalam pengelolaan ekonomi. Indikator kemiskinan dibuat serendah mungkin agar negara bisa mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan. Padahal faktanya, kemiskinan tidak benar-benar berkurang, melainkan hanya dimanipulasi angkanya demi menarik simpati rakyat dan investor asing.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sistem kapitalisme tidak benar-benar peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Rakyat tidak pernah merasakan kesejahteraan, karena roda ekonomi tidak berpihak kepada kaum miskin.

Selama sistem kapitalisme terus dijadikan standar dalam ekonomi, maka hal seperti ini akan terus berulang. Sifat dasar dari sistem ini adalah keserakahan para pengembannya yang hanya mengejar materi untuk kepentingan pribadi. Memperkaya diri dengan segala cara adalah ciri khas yang terlihat nyata.

Berbeda halnya dengan sistem Islam yang tidak memuja kekayaan dan kekuasaan. Dalam Islam, semua manusia memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada perbedaan berdasarkan kasta, jabatan, nasab, harta, atau status sosial. Yang membedakan hanyalah ketakwaan seseorang kepada Allah Swt.

Dalam sistem Islam, tidak ada keserakahan dalam mengelola harta. Tidak ada manipulasi angka kemiskinan, karena setiap individu hanya mengharapkan rida Allah Swt dalam menjalankan amanah. Kedaulatan tertinggi berada di tangan Allah Swt melalui aturan yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunah. Tidak ada manusia yang merasa lebih tinggi karena status sosialnya.

Islam bukan hanya agama, melainkan juga sistem kehidupan yang lengkap, termasuk dalam bidang ekonomi. Dalam Islam, pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu menjadi tanggung jawab penuh negara. Negara Islam tidak memiliki kepentingan tersembunyi untuk memanipulasi angka kemiskinan, karena tidak bergantung pada negara lain.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Imam (khalifah) adalah pemelihara dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah amanah yang dijalankan semata-mata untuk meraih rida Allah. Oleh karena itu, kesejahteraan masyarakat hanya dapat diwujudkan melalui sistem yang sahih dan berasal dari Allah Ta’ala.

Wallahu'Alam bissawab.

OPINI
Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:03

Kekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.

TEKNO
Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City

Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50

Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill