Connect With Us

Hooligan Didenda Rp1,8 Miliar

| Kamis, 19 November 2009 | 21:52

Holigaan (ap / kompas/ap)

TANGERANGNEWS-Seorang hooligan terpaksa harus membayar denda sebesar Rp 1,8 miliar akibat ulah brutalnya memasuki lapangan saat pertandingan kualifikasi Piala Eropa antara Denmark melawan Swedia, pada 2007.

Pengadilan Kopenhagen memutus Ronni Noervig bertanggung jawab atas kerugian yang diderita federasi sepak bola Denmark setelah pertandingan itu dibatalkan.  Sayangnya SUN tidak menyebutkan kapan sidang pengadilan itu berlangsung, yang pasti dikabarkan pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Swedia, dengan skor 3-0.

Insiden tersebut terjadi di bulan Juni 2007. Ketika itu, Noervig yang sedang mabuk, berusaha menyerang wasit Jerman Herbert Fandel, karena terlambat memberikan pinalti kepada Swedia yang saat itu bermain seri 3-3.

Petinggi sepak bola Denmark mengatakan mereka menderita kerugian sebesar Rp 3,2 miliar dalam penjualan tiket yang menurun serta biaya pengeluaran lainnya. (kompas)
KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

BANTEN
Bekali Siswa dengan Keahlian Industri, Program TJSL PLN Banten di SMK Jaya Buana Kresek Raih GOLD ISDA 2026

Bekali Siswa dengan Keahlian Industri, Program TJSL PLN Banten di SMK Jaya Buana Kresek Raih GOLD ISDA 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:14

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electric Techno Industri yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, meraih penghargaan GOLD

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill