TANGERANG-Ratusan taksi gelap, calo tiket, pedagang asongan, ojek, cuci motor, cuci mobil dan biro jasa diamankan dalam razia gabungan yang dilakukan petugas PT Angkasa Pura II dengan Polres Bandara Soekarno Hatta dan TNI, serta Garnisun, Jumat (27/2).
Dalam razia tersebut petugas menyisir area penumpang hingga lokasi parkir di Terminal 1, 2 dan 3. Petugas sempat kejar-kejaran dengan calo tiket dan taksi gelap yang melarikan diri dari razia. Razia juga dilakukan dengan menggunakan dua anjing pelacak.
Setelah ditangkap, seluruh pelanggar ketertiban di Bandara Soekarno-Hatta itu digelandang dengan mobil petugas keamanan dan dibawa ke Markas Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk foto dan didata. Beberapa diantara mereka juga terlihat adalah wanita.
Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kompol Azhari Kurniawan mengatakan, dari hasil razia tersebut pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 102 orang pelanggar ketertiban umum yang berkeliaran di terminal 1, 2 dan 3. Pada Terminal 2 sebanyak 34 calo, porter 4, asongan 3, ojek 1, cuci mobil 1, cuci motor 1 dan biro jasa 1.
Di terminal 1 taksi gelap sebanyak 26, porter 4, asingan 3, parfum 1. Sedangkan di Terminal 3 terdapat 21 orang taksi gelap dan dua pedagang parfum.
Menurutnya, razia dilakukan untuk membersihkan bandara dari praktek-praktek ilegal. Pihaknya juga mengantisipasi adanya tindak pidana seperti pemalsuan KTP, kepemilikan senjata tajam dan narkoba."Jika ada tindak pidana tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku," jelasnya.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Tangerang membantu masyarakat sekitar kawasannya untuk bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan.
Sebanyak 10 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur berhasil diungkap identitasnya oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Pemeriksaan dilakukan di RS Polri Kramat Jati.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memberikan peringatan keras agar program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berada pada jalur sosial dan pemenuhan gizi, bukan menjadi ajang mencari keuntungan bisnis.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""