Curhatan Istri Pelaku Mutilasi Ibu Hamil di Tangerang pasca Penangkapan Pelaku Agus
Dibaca : 4180
Tuti Agustina, 30 tahun, istri Kusmayadi alias Agus, 30 tahun, tidak menyangka perempuan kasir restoran Padang yang mengangkat telepon saat dia menghubungi tempat kerja Agus itu adalah korban yang diduga dibunuh dan mayatnya dimutilasi oleh Agus.
"Saya sempat telepon rumah makan tempat suami saya bekerja. Yang angkat suaranya perempuan. Saat saya tanya, dia mengaku kasir restoran," katanya di rumahnya di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Tuti mengatakan dia terpaksa menghubungi pria yang dinikahinya pada 2007 itu karena telepon seluler Agus tidak bisa dihubungi. "Saat itu suami saya sedang sibuk, makanya saya minta tolong untuk disampaikan agar telepon saya, istrinya," ujarnya.
Istri Agus tidak menaruh curiga sedikit pun bahwa wanita petugas kasir yang menjawab telepon darinya itu teman dekat suaminya dan menjadi korban pembunuhan serta mutilasi.
"Saya tidak curiga sedikit pun bahwa wanita itu teman dekatnya," ucapnya.
Menurut dia, setelah menitipkan pesan kepada kasir agar Agus menghubunginya balik, suaminya itu langsung menelepon dirinya. "Tidak lama jaraknya. Suami saya telepon balik dan menanyakan kabar anak saya," tuturnya.
Dia berharap, jika memang Agus membunuh dan memutilasi wanita hamil yang ditemukan di kontrakan di Tangerang itu, dia segera menyerahkan diri ke polisi. "Saya berharap suami saya segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab."
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tangerang Selatan membongkar kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""