Connect With Us

Terbukti Pungli, Satu PNS di Tangsel hanya dimutasi

Bastian Putera Muda | Minggu, 29 September 2013 | 21:55

Rahmat Salam (tangerangnews / umj)


 
TANGSEL–Satu pegawai dilingkup Badan Lingkungan  Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel dimutasi.  Pemutasian itu  merupakan buntut dari adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dirilis oleh lembaga  Ombudsman beberapa waktu lalu. Infromasi yang diterima, inspektorat memeriksa  lima pegawai yang berstatus PNS di badan  lingkungan tersebut,  terkait laporan adanya  pungli.
 
Satu dari lima orang yang diperiksa  inspektorat dimutasi dari jabatannya. Bahkan,  penurunan pangkatpun menunggu yang bersangkutan karena dinilai melanggar kode etik PNS.
 
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie  mengatakan,  mutasi tersebut merupakan langkah  untuk memberikan efek jera pada para PNS yang  dianggap lalai dan menyalahi aturan. Hanya  saja, Benyamin enggan menyebut nama PNS yang  dimutasi tersebut. "Sudah dilakukan evaluasi dari laporan  inspektorat. Hasilnya satu PNS di BLHD sudah dipindah tugaskan," ungkapnya. 
 
Dikatakan, lima PNS yang sempat diperiksa oleh  inspektorat tersebut diantaranya Kepala BLHD,  Sekretaris BLHD, Kabid, dan beberapa pelaksana.  Hasilnya, satu orang yang diperiksa dirotasi.  Tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan  yang bersangkutan diturunkan pangkatnya.

 "Soal nama tidak usahlah diekspos. Tapi kami  sudah berikan sanksi. Kami apresiasi temuan  Ombudsman dan akan jadikan cambuk untuk bekerja lebih baik lagi," ucapnya.
 
Kepala BLHD Kota Tangsel Rahmat Salam membela anak buahnya itu. Menurutnya, kondisi yang terjadi sebenarnya hanyalah  kesalahfahaman persepsi saja dan tidak ada  tidak ada pungli yang dilakukan. 
 
"Sebetulnya hanya kesalahfahaman. Karena  salahfaham maka dikatakan jadi pungli," kata 
mantan Sekretaris DPRD itu.
 

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Selasa, 3 November 2026 | 22:40

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bernama Siti Rohaya yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill