Connect With Us

Jangan Sepelekan Gejala Stroke Setiap satu menit Serangan 1,9 juta sel saraf mati

Bastian Putera Muda | Rabu, 2 Oktober 2013 | 19:20

Grand Launching Eka Hospital Stroke Center (Bastian / TangerangNews)

 
Tangerang-Karena sifatnya yang kronis dan cepat melumpuhkan, maka stroke harus segera ditangani. Sebab semakin cepat penderita memperoleh pengobatan, semakin kecil kerusakan yang terjadi pada otaknya. Maka jangan sepelekan gejala stroke. 
 
Dokter spesialis bedah saraf RS Eka Hospital BSD, Setyo Widi mengatakan, stroke merupakan suatu gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak, disebabkan semata–mata oleh gangguan pembuluh darah di otak baik berupa sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. 
 
"Waktu sangat berharga bagi penyelamatan serangan penderita stroke," ungkapnya, ditemuia saat peresmian Stroke Centre di RS Eka Hospital BSD, Serpong, Rabu (2/10).
 
Dikatakan pada pasien yang mengalami stroke, kerusakan pada otak akan berjalan dengan cepat, sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat pula. Waktu sangatlah sensitif. 
 
"Time is Brain juga menjadi moto kami. Tidak main-main, karena setiap satu menit dalam serangan stroke 1,9 juta sel saraf mati," katanya.  
 
Menurutnya untuk penanganan penderita stroke harus terintegrasi bersama tim Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter spesialis saraf, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis rehabilitasi medic, dokter spesialis gizi dan juga para perawat. 
 
"Kompetensi para SDM yang bertugas di bidangnya terjaga dengan baik, dengan adanya pelatihan-pelatihan penanganan stroke yang dilakukan secara rutin dan berkala," ucapnya. 
 
Direktur Eka Hospital BSD, Hermanto Nurya menuturkan penderita stroke akan dapat diselamatkan dari kematian dan cacat apabila dilakukan pengobatan yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan. 
 
"Penderita yang dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan stroke, penyembuhannya lebih baik dibandingkan dengan penderita yang datang dalam waktu lebih dari 12 jam setelah serangan," terangnya.
 
Kata dia, Keberadaan Eka Hospital Stroke Center yang merupakan sebuah pusat layanan dapat membantu penyembuhan penderita stroke.

Lantaran, menerapkan sistem penanganan stroke terpadu dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang diagnosis seperti MSCT (Multi Slice Computed Tomography), MRI (Magnetic Resonance Imaging), sampai dengan CathLab (ruang angiography) yang juga didukung oleh fasilitas untuk tindakan operasi bedah saraf, ruang perawatan khusus untuk penanganan stroke akut/ stroke Unit, serta rehabilitasi medis/Neuro Rehabilitation. 
 
"Eka Hospital menerima dan memberikan pelayanan terpadu kepada pasien stroke," ujarnya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M.Epid dengan adanya stroke centre in dapat mengatasi serangan stroke sejak dini. Terutama bagi warga kota Tangsel tidak harus jauh-jauh berobat ke rumah sakit di Jakarta.
 
"Kami harapkanpelayanan ini dapat maksimal dan membantu warga kota Tangsel," ucapnya.
SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

OPINI
Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44

Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill