Connect With Us

SDN dan Kelurahan Disegel Ahli Waris

Bastian Putera Muda | Senin, 3 Maret 2014 | 11:46

SDN Sawah Baru (Bastian / TangerangNews)

TANGSEL-SDN Sawah Baru 1 dan 2 serta kantor kelurahan yang berlokasi di jalan Cenderawasih Raya, Ciputat, Kota Tangsel disegel warga yang mengaku ahli waris.

Akibatnya, di kantor kelurahan tidak ada aktivitas sama sekali. Pegawai yang hendak ngantor harus kembali. Sementara, di Kedua SDN pun mengalami hal yang sama. Ratusan murid yang hendak bersekolah terpaksa pulang kembali.

Aksi penyegelan tersebut dilakukan dengan pemasangan spanduk yang menutupi pagar dua bangunan tersebut. Diatas luas lahan 2071,62 meter persegi.

Sejumlah murid mengaku kecewa dengan aksi penyegelan yang di klaim ahli waris tersebut.

"Hari ini, hari pertama semester pertengahan. Harusnya kami ulangan. Tapi tidak bisa masuk ke sekolah," kata salah seorang murid, Roni, Senin (3/3).

Ahli Waris H. Rijin Nuri, Holidin mengatakan penyegelan SD Sawah Baru 1 dan 2 lantaran tidak direspons permintaan ahli waris oleh Pemkot Tangsel untuk ganti rugi.

Lalu, pihaknya mengajukan empat poin. Yakni kepastian hukum, penyelesaian masalah soal tanah, pengakuan dan harga sesuai dengan permintaan yakni Rp 3 juta per meter.

"Penyegelan ini bentuk kekecewaan ahli waris terhadap Pemkot yang tidak merespon permintaan kami," ucapnya.

Menurut dia,  ahli waris akan tetap menyegel jika pemkot tidak merespon keinginan ahli waris.

"Tanah yang sekarang berdiri untuk gedung sekolah dan kelurahan milik nenek moyang kami. Kami menuntut hak," tegasnya.

Kemudian, perwakilan dari Pemkot Tangsel yakni, Asda III Nur Slamet, Kadindik Mathodah serta Muspika setempat mendatangi rumah ahli waris yang berada di belakang gedung sekolah untuk mediasi.

Asisten Daerah III Nur Slamet menjelaskan, pihaknya akan membayar jika memang tanah tersebut hak ahli waris,namun harus mengikuti proses tidak langsung membayar.

"Untuk masalah keinginan harga sebesar Rp 3 juta, nanti tim apresial yang menentukan untuk mengenai harga per meternya," terangnya
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill