Connect With Us

Urgensi Pembangunan Jalur Kereta Tangerang-Depok-Bekasi

Bambang Surambang | Sabtu, 23 Mei 2015 | 11:00

JORR 1 Padat, Jalur Kereta Tangsel-Depok-Bekasi Mendesak Dibangun (Sumber : Kompas.com / TangerangNews)

Semakin padatnya Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) 1 yang menghubungkan koridor Barat-Selatan-Timur Jakarta oleh aktivitas angkutan barang dan manusia, menjadikan infrastruktur berbasis rel kian mendesak dibangun.

Executive Vice President PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Emil Elestianto Dardak, mengutarakan, jalur kereta api yang menempel dengan JORR dan JORR 2 harus segera dilakukan agar kota-kota yang dilintasi seperti Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi semakin terkoneksi.

“Tingkat kepadatan arus kendaraan yang melalui JORR 1 sudah demikian tinggi. Ini kesempatan yang baik untuk memulai pemikiran membangun jalur kereta agar pergerakan manusia berlangsung efektif dan efisien,” tutur Emil 

Emil menjabarkan, pusat-pusat bisnis dan ekonomi di kawasan pertumbuhan baru di ketiga kota tersebut haruslah terkoneksi atau terintegrasi dengan jaringan infrastruktur berbasis rel, sehingga mengurangi ketergantungan kepada kendaraan pribadi.

“Ini sesuai dengan semangat dalam konsep Megapolitan “Polycentric”. Konsep ini memungkinkan warga yang tinggal di kota penyangga seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang Selatan bisa beraktivitas secara “berseberangan” dengan lancar dan tidak membebani masing-masing kota. Karena ternyata banyak penglaju yang berdomisili di Serpong namun bekerja di Depok, Bekasi atau Cikarang, demikian pula sebaliknya,” kata Emil.

Pembangunan jalur rel kereta dari Serpong di Tangerang Selatan, menuju Cikarang Bekasi sepanjang lebih kurang 50 kilometer, bisa diinisiasi mulai tahun 2015. Menurut Emil, tahun depan merupakan momentum yang tepat karena pada saat bersamaan dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan JORR 2.

“Jadi alangkah baiknya kalau pembangunan jalur rel kereta ini juga dimulai sekarang. Terlebih sudah ada UU No 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum, bisa dilakukan sekaligus, bisa menekan biaya sekaligus risiko sosial,” tandas Emil.

Dia melanjutkan, penyusunan dokumen pengadaan lahan bisa dimulai oleh masing-masing Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, Depok, dan Bekasi. Ini harus dilakukan secara bottom up. Ketiga Pemkot menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara bersama-sama kemudian diusulkan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian/Bappenas agar dapat dimasukkan ke dalam rencana pembangunan infrastruktur prioritas.

“Kemudian dari situ disahkan menjadi bagian dari rencana pengembangan wilayah dan tata ruang Kementerian Pekerjaan Umum,” ucap Emil.

Potensial dikerjasamakan

Pembangunan jalur kereta yang menempel dengan JORR 2, kata Emil, sangat potensial untuk dikerjasamakan dengan swasta (kerjasama pemerintah-swasta atau KPS). Swasta diundang untuk membiayai pembangunan ini dengan dana pinjaman perbankan komersial.

“Sebaliknya, kalau nilai investasi tidak sampai Rp 1 triliun, ketiga Pemkot tersebut bisa mengajukan ke Pusat Investasi Pemerintah yang memiliki dana dengan biaya murah. Pinjaman dana PIP ini lebih baik ketimbang commercial loan dari perbankan. Pemkot bisa membayar pinjaman PIP melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” beber Emil.

Dia memprediksi, jika rintisan pembangunan jalur kereta JORR 2 dirintas sejak awal tahun 2015, mulai dari studi kelayakan, pembebasan lahan, dan pembangunan, maka hanya akan memakan waktu tak lebih dari lima tahun.

“Jadi, dalam lima tahun ke depan, konektivitas dan pergerakan manusia dari Serpong, Depok, Cimanggis, Cibubur, Cikarang dan bahkan Cikampek, bisa semakin efektif dan tidak membebani kota dengan kemacetan yang irasional. Para penglaju tidak harus mengalami kemacetan berjam-jam di JORR,” pungkas Emil.

 

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill