Connect With Us

Sekolah Antikorupsi Temukan Pungli di Tangsel

Denny Bagus Irawan | Senin, 7 Desember 2015 | 20:14

ilustrasi uang (istimewa / TangerangNews)

TANGERANG SELATAN - Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) Tangerang menyebutkan dari hasil penelitian terhadap pelayanan dasar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Kota Tangerang Selatan masih marak ditemukan pungutan liar (Pungli) dan pembangunan tak merata.

Beno Novit Neang dari Sekolah Anti Korupsi Tangerang, Senin, mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan lebih dari lima bulan dengan objek 20 SD dan SMP, 20 jalan kota, dan 23 puskesmas, ditemukan beberapa temuan mengenai pelayanan yang tak sesuai dengan harapan.

Penelitian ini dimaksudkan sebagai bahan rekomendasi untuk perbaikan pelayanan dan diharapkan menjadi pekerjaan rumah bagi kepala daerah ke depannya.

"Pelayanan dasar adalah keberhasilan penyelenggaraan pemerintah," ujarnya dalam kegiatan ekspose hasil penelitian di Serpong, Senin.

Jupry Nugroho, koordinator penelitian bidang pendidikan, mengatakan, ada 98 persen kegiatan Pungutan Liar (Pungli) pada pembelian buku, seragam, pengambilan raport, uang komputer, uang study tour, uang OSIS, uang ektrakulikuler dan uang gedung sekolah. Dengan demikian dapat dikatakan jika pendidikan di Tangsel belum gratis.
   
Lalu, 60 persen fasilitas perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang di teliti dalam ke adaan buruk. "Begitu juga dengan keadaan toilet sekolah yang kondisinya buruk," ujarnya.
  
Sementara untuk hasil penelitian bidang Kesehatan, Acho Ardiansyah mengatakan, dari 23 puskesmas yang diteliti dengan msing-masing dua responden, 52 persen perilaku para petugas kesehatan tidak ramah pada pasien dan hampir 80 persen Puskesmas tidak mencantumkan informasi ketersediaan obat.

Termasuk hampir 70 persen puskesmas tidak mencantumkan informasi tentang pembiayaan atau tarif berobat pada puskesmas.
   
Bahkan, 91 persen puskesmas di Tangerang Selatan tidak memiliki sistem pengendalian kebisingan.

"Dari hasil terjun ke lapangan, puskesmas keliling tidak dirasakan masyarakat dan merasa tak ada," ujarnya.
    
Dalam bidang Infrastruktur, Oki Anda Syawaludin, menuturkan, 73 persen kondisi saluran air dalam keadaan buruk dan 60 persen lainnya tidak memiliki gorong - gorong. Begitu juga dengan pengamanan jalan yang sama tak ada dan 55 persen tak memiliki rambu jalan.

Hasil penelitian pun menemukan, hampir 95 persen jalan di Tangsel tak memiliki pemberhentian angkutan umum dan 65 persen tak memiliki trotoar jalan.

"Bahkan, permintaan warga terkait perbaikan jalan tak direspon oleh Pemkot Tangerang Selatan dengan berbagai jalan," jelasnya.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill