Connect With Us

Begini kata Menteri Agraria Soal Sertifikasi Tanah Nasional saat ke Tangsel

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 16 Desember 2016 | 12:00

Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil saat bersama Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. (@TangerangNews.com 2016 / Ray)

 

TANGERANGNews.com-Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengaku butuh 100 tahun untuk sertfikasi tanah di seluruh Indonesia. Saat ini baru 46 juta bidang tanah dari 110-120 juta bidang tanah di luar hutan yang  sudah bersertifikat.

Untuk tahun ini sertifikasi tanah secara nasional ditargetkan minimal 5 juta sertifikat. Untuk 2017 ditargetkan tujuh juta sertifikat serta di 2018 ditargetkan 9 juta sertfikat dan seterusnya ditahun berikutnya.

"Sertifikasi ini akan dilakukan bertahap hingga 2025. Di tahun itu, paling tidak bidang tanah sudah terdaftar," katanya, kepada sejumlah wartawan di Ciputat pada Jumat (16/2/2016).

Menurutnya program sertifikasi ini akan mengurangi sengketa tanah yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi mayarakat.  "Kalau bisa tahun 2025 semua sudah bersertifikat. Ini pekerjaan yang besar, kita harus bisa mencari solusi yang tidak konvensional agar bisa dikerjakan," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah pusat membutuhkan dukungan dengan pemerintah daerah untuk mensingkronisasi program penataan pertanahan di Indonesia.

"Salah satunya dengan Kota Tangsel sudah membantu dengan berbagai program. Bahkan, Kota Tangsel jadi pilot project penataan tanah di Indonesia," terangnya.

Sementara Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menuturkan ada empat program yang berjalan dalam penataan tanah. Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) sertifikasi yang didanai anggaran pemerintah pusat, Proyek Operasi Agraria Daerah (Proda) sertifikasi yang dibiaya anggaran daerah, sertifikasi dari dana Coorporate Social Responsiblity (CSR), serta swadaya masyarakat, artinya masyarakat yang berkemampuan dari finansial membayar sendiri sertifikatnya. 

"Dari 400 ribu lebih bidang tanah baru 271 ribu yang sudah selesai. Sementara sisanya banyak yang belum mengembalikan formulir. Itu menjadi kendala di kita," ujarnya. 

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BISNIS
Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:31

International Media Support (IMS) dari Denmark bersama Suara.com menggelar Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, 22-23 Oktober 2026.

BANTEN
Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Pencak Silat Didorong Jadi Ekskul dan Mulok Sekolah di Banten

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:26

Pemerintah Provinsi (Pemptov) Banten mendorong agar seni bela diri tradisional pencak silat dapat dijadikan sebagai muatan lokal (mulok) maupun kegiatan ekstrakurikuler di berbagai satuan pendidikan.

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill