Connect With Us

Pimpinan Ponpes Sodomi 10 Santri

| Senin, 1 Februari 2010 | 19:03

ilustrasi pemerkosaan (kompas / kompas)

 
 
TANGERANGNEWS-Seorang pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman, JL Cikini Dalam, RT 03/01, Kampung Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan
berinisial HR diduga melakukan sodomi terhadap 10 santrinya.
 
Hal tersebut telah dilakukan HR sejak tahun 2007 lalu, namun baru tebongkar pada
tahun 2010 ini.
 
Sebelum melakukan pencabulan tersebut, HR juga mengiming-imingi santrinya dengan
kepintaran dan kesuksesan dalam beragama, seperti bisa pintar memberikan ceramah,
asalkan menuruti apa yang dilakukannya.
 
Menurut keterangan tokoh pemuda di RT 01/01, Kampung Jurang Mangu, Junaidi, dugaan
pencabulan tersebut terungkap setelah adanya pengakuan dari kakak salah satu korban
yang berinisial Y.
 
Kakak korban sempat curiga dengan adiknya karena selalu murung seperti punya banyak
masalah. Setelah didesak, akhirnya korban mengakui pernah dicabuli HR.
 
“Kakanya juga sempat mencari tahu masalah itu ke pondok pensatren, ternyata memang
benar kalau HR melakukan pencabulan terhadap santrinya, bahkan sejak tahun 2007,”
katanya.
 
 Juanidi mengaku, saat ini baru mendapati nama enam orang korban, yaitu Ikh, Y, D,
B, N dan Fr. Namun ia meyakini jumlah keseluruhan yang menjadi korban pencabulan
bisa mencapai 10 orang.
 
"Kami hanya punya nama enam orang, tapi saya yakin korbannya bisa mencapai 10 orang.
Dan Y sekarang mengalami depresi berat,"  katanya.
 
Sementara itu, adik kandung HR, Makmun, 40, membantah jika kakaknya melakukan
sodomi. Pasalnya tidak ada hasil pemeriksaan visum untuk membuktikan hal tersebut.
Meski demikian, Ia mengakui kalau kakaknya HR hanya pernah mencium dan meraba tubuh
korban.
 
"HR tidak pernah melakukan sodomi, tapi hanya meraba saja. Kami percaya karena ia
berani bersumpah membawa nama Allah dan berani disumpah diatas Al-Quran. Sebelumnya
juga kakak saya sudah minta maaf kepada tujuh keluarga korban, jadi kasus ini sudah
kami anggap selesai secara kekeluargaan" kata Makmun.
 
Ia juga membantah pernah memberikan sejumlah uang tutup mulut sebesar Rp 60 juta
kepada keluarga korban, serta menawarkan biaya perndidikan untuk kuliah kepada salah
satu keluarga korban sebesar Rp 5 juta. "Tidak benar itu, kami tidak pernah
memberikan uang. Kalaupun nantinya kakak saya terbukti bersalah, saya tidak akan
menghalang-halangi jika dilakukan proses hukum. Tapi harus ada pembuktiannya dulu,"
tambah Makmun.
 
Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Ardawih mengatakan, pihaknya masih menyelidiki
kasus sodomi yang dilakukan HR. Nantinya korban juga akan dilakukan visum untuk
pembuktiannya. “Kasusnya masih kita selidiki. Kalau terbukti tersangka HR bisa
dikenakan pasal 292 KUHP mengenai perbuatan cabul, terhadap sesama jenis,”
ungkapnya.(rangga)
 

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

PROPERTI
Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Banyak Peminat, Summarecon Tangerang Rilis Rona Homes Tahap 2 Mulai Rp830 Jutaan

Selasa, 3 Maret 2026 | 16:06

Tren hunian compact dan konsep rumah tumbuh semakin digandrungi di wilayah Tangerang. Merespons antusiasme pasar yang luar biasa, PT Summarecon Agung Tbk melalui unit bisnis terbarunya, Summarecon Tangerang, resmi meluncurkan Rona Homes Tahap 2.

BANTEN
62 Desa di Banten Terdampak, Wagub Instruksikan OPD Gercep Tangani Banjir

62 Desa di Banten Terdampak, Wagub Instruksikan OPD Gercep Tangani Banjir

Senin, 9 Maret 2026 | 15:43

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bergerak cepat (gercep) menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah.

BANDARA
Jelang Lebaran 2026, Bandara Soetta Siagakan 7.832 Personel hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem

Jelang Lebaran 2026, Bandara Soetta Siagakan 7.832 Personel hingga Mitigasi Cuaca Ekstrem

Selasa, 10 Maret 2026 | 18:19

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill