Connect With Us

Pelajar di Tangsel Dihimbau Tak Rayakan Hari Valentine

Yudi Adiyatna | Rabu, 13 Februari 2019 | 14:46

Ilustrasi Valentine (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANGNEWS.com-Hari Valentine atau sering disebut sebagai Hari Kasih Sayang yang diperingati di berbagai belahan dunia setiap tanggal 14 Februari.

Namun seringnya perayaan dan pemaknaan Hari Valentine secara berlebihan oleh kaum muda membuat kekhawatiran sejumkah pihak, khususnya para pendidik dan orangtua.

Di Kota Tangsel, Dinas Pendidikan dan Kantor Kementrian Agama setempat mengeluarkan himbauan bagi pelajar di sekolah-sekolah yang ada di Tangsel, untuk tidak melakukan perayaan Hari Raya Valentine yang akan jatuh pada Kamis (14/2/2019).

Himbauan tidak merayakan Hari Valentine ini dituangkan dalam 5 poin surat himbauan yang telah dikeluarkan Dinas Pendidikan Tangsel dan telah didistribusikan kepada sekolah-sekolah yang berada di Tangsel. Ada pun poin-poin dalam himbauan tersebut diantaranya:

1. Menghimbau kepada siswa untuk tidak merayakan Valentine Day baik di dalam maupun di luar sekolah;

2. Kepada seluruh guru, orang tua/wali murid agar tetap mengawasi putra-putrinya untuk tidak merayakan Valentine Day. 

3. Menanamkan sikap dan perilaku karakter/kepribadian dalam lingkungan sekolah. 

4. Agar seluruh perangkat sekolah melestarikan nilai-nilai luhur di lingkungan sekolah. 

5. Mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap kegiatan dimaksud.

Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Taryono mengatakan, dengan adanya himbauan ini diharapkan para siswa serta guru maupun orangtua turut mengawasi sang anak agar tidak melakukan tindakan di luar norma agama Islam.

"Kami buat edaran bersama Kemenag Tangsel tentang larangan perayaan Valentine Day. Diharapkan kepala sekolah, guru menyampaikan kepada anak-anak jangan sampai melakukan hal-hal yang di luar norma-norma agama," tuturnya, Rabu, (13/2/2019).

Lanjut Taryono, bahwa guru harus terus mengedukasi kepada siswanya mengenai Valentine Day, pasalnya perayaan tersebut bukan budaya yang lahir di Indonesia. 

"Guru harus turut mengedukasi kepada siswa-siswi tentang budaya Valentine Day, agar mereka tidak hanya mendapatkan informasi dari Media Sosial (Medsos) sehingga ikut-ikutan. Apalagi, Valentine bukanlah budaya kita melainkan budaya dari luar negeri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Tangsel Abdul Rozak, menuturkan bahwa, Valentine Day jangan disalah artikan untuk ekspresikan mencurahkan kasih sayang.

"Hari Valentine Day atau hari kasih sayang jangan disalah gunakan untuk mengekpresikan kebebasan mencurahkan kasih sayang dengan cara-cara yang negatif dan melanggar norma Agama, tapi kasih sayang harus betul-betul lahir dan tumbuh dari niat yang suci dan mengikuti norma Agama," jelas Rozak.(RAZ/HRU)

TANGSEL
Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:58

Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden ledakan tabung di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah menjadi tiga orang.

BISNIS
Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan

Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:38

Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill