Connect With Us

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Tangsel Coreng Kota Layak Anak

Rachman Deniansyah | Selasa, 5 Maret 2019 | 22:20

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi tantangan pemerintah setempat. Pasalnya, kota yang dinahkodai Wali Kota Airin Rachmy Diani ini telah menyandang predikat sebagai Kota Layak Anak.

Berdasarkan data Polres Tangsel, setidaknya pada awal tahun 2019 saja, telah terjadi enam kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Keenam kasus itu adalah yang berhasil diungkap pihak Kepolisian Tangsel. 

Pada bulan Januari 2019 terdapat tiga kasus pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh masing-masing orang tua tirinya. Pada Februari 2019 hal serupa terjadi kepada anak berusia 10 tahun yang dilakukan oleh kakek tirinya. Dan pada awal Maret 2019 ini, polisi juga mengungkap dua kasus serupa. 

Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau biasa dipanggil Kak Seto, menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, untuk dapat meminimalisir kasus tersebut, harus ada peran dari masyarakat. 

"Kontrol masyarakat harus ketat, karena jika polisi sendiri gak akan mampu menanganinya," jelas Kak Seto saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (5/3/2019).

Padahal, lanjutnya, sebelumnya untuk mengupayakan hal itu, Kak Seto telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) perlindungan anak pada setiap RT di Tangsel. 

"Saya promosikan Tangsel itu menjadi kota pertama yang mendapat rekor MURI karena di setiap RT-nya dilengkapi oleh satgas perlindungan anak pada tahun 2012," ungkapnya. 

Kemudian, hal serupa dilakukannya di Kota/Kabupaten lain, diantaranya Banyuwangi, Bengkulu Utara, dan Lampung. 

Menurut Kak Seto, hal tersebut dinilai ampuh, karena RT merupakan lapisan pertama yang dapat melakukan pencegahan kekerasan terhadap anak. Namun hal tersebut akan percuma bila tanpa adanya kontrol dan monitoring. 

"Satgas perlindungan anak di setiap RT-nya yang dulu dibentuk bisa mencegah kekerasan terhadap anak. Tapi kalau gak pernah dikontrol, ya itu sayang banget dan percuma," bebernya. 

Bahkan demi hal tersebut, Kak Seto rela untuk dilibatkan kembali dalam perjuangan memberantas kekerasan terhadap anak. 

"Sampaikan kepada Ibu Wali (Airin Rachmy Diani) untuk lakukan monitoring. Saya kalau mau dilibatkan, ya ayo. Tinggal saya kumpulkan lagi ketua RT dan RW untuk diingatkan kembali," ungkapnya yang juga berharap upaya tersebut dapat berjalan, sehingga kasus kekerasan terhadap anak di Tangsel bisa teratasi.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Selasa, 22 September 2026 | 14:16

Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill