Connect With Us

Benyamin Davnie Sebut Medsos Bisa Picu Bencana

Rachman Deniansyah | Kamis, 28 Maret 2019 | 16:00

Kegiatan yang bertajuk 'Sosialisasi Sekolah Siaga Bencana Tingkat SMA' yang di gelar oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, di Resto Kampung Anggrek, Jalan Raya Viktor, Buaran, Serpong, Tangsel, Kamis (28/3/2019). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menilai, bencana bukan hanya berasal dari alam, melainkan dapat berasal dari media sosial (medsos). 

Pernyataan tersebut diungkapkan Benyamin saat menghadiri kegiatan yang dihelat oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel di Resto Kampung Anggrek, Jalan Raya Viktor, Buaran, Serpong, Tangsel, Kamis (28/3/2019).

Kegiatan bertajuk 'Sosialisasi Sekolah Siaga Bencana Tingkat SMA' tersebut dihadiri sekitar 120 pelajar yang berasal dari 24 sekolah tingkat SMA di Tangsel. 

"Yang sangat bahaya itu, kejadiannya bisa tak dirasakan. Seperti yang tadi saya katakan ke adik-adik, soal tawuran yang diawali dari medsos," ungkapnya. 

Karenanya, Benyamin mengingatkan kepada para pelajar tersebut, medsos bisa bermanfaat namun juga bisa berbahaya. Ia mencontohkan sisi negatif medsos adalah mempercepat dan memperbanyak friksi di masyarakat.

"Teknologi mempunyai sisi positif, namun ada juga sisi negatifnya, itu yang harus kita gaungkan," tegasnya. 

Senada dengan Benyamin, Kepala BPBD Tangsel, Chaerudin mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya memberikan edukasi bahwa bencana dapat diartikan luas. 

"Kita kasih tahu edukasinya dulu bahwa bencana itu banyak, bukan masalah bencana alam saja, namun moral dan lainnya," jelas Chaerudin. 

Sementara untuk pemahaman atas penanggulangan bencana pada umumnya, kata dia, para pelajar itu diberikan pengetahuan terkait tugas dan fungsi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Search and Rescue Nasional atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Harapannya dari pengetahuan itu, mereka (para pelajar) bisa menularkannya kepada lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, dan lainnya," tukasnya.(MRI/RGI)

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill