Connect With Us

Urai Kemacetan, Pemkot Tangsel Perlebar Jalan Bhayangkara

Yudi Adiyatna | Kamis, 1 Agustus 2019 | 20:35

Suasana di Jalan Bhayangkara, Serpong Utara, Tangsel. (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperlebar Jalan Bhayangkara, Serpong Utara. Pasalnya, kerap terjadi kemacetan di jalan yang menghubungkan wilayah Ciledug dengan wilayah Alam Sutera dan Bintaro.

Pemkot Tangsel bahkan mulai mengebut proyek pelebaran Jalan Bhayangkara yang saat ini masih satu lajur.  Tahap pertama bidang lahan yang dibebaskan mulai dari Masjid Nur Asmaul Husna hingga di depan kantor Pusdiklantas Polri.

"Pengumuman lahan yang kena pembebasan sudah bisa dilihat di kantor Kelurahan Pakualam," ungkap Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), Mukkodas Syuhada, Kamis (1/8/2019).

Baca Juga :

Mukkodas menjelaskan, berdasarkan data peta situasi dan daftar nominatif, ada 30 bidang lahan seluas 3,730 meter persegi yang terkena pelebaran Jalan Bhayangkara. 

Sedangkan eksisting jalan yang saat ini sekitar 8 meter akan menjadi ROW 24 meter. Maka total kebutuhan lahan kurang lebih 21.250 meter persegi.

"Setiap hari volume kendaraan yang melintasi Jalan Bhayangkara sangat padat. Sering macet, makanya jalan perlu dilebarkan," tambah Mukkodas.

Program pembangunan infrastruktur ini sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangsel periode 2016-2021.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill