3 Pemain Persita Dipanggil Timnas untuk FIFA Matchday Juni 2026, Wakili Indonesia hingga Guinea Khatulistiwa
Jumat, 29 Mei 2026 | 14:39
Persita Tangerang melepas sejumlah pemainnya untuk agenda internasional FIFA Matchday Juni 2026.
TANGERANGNEWS.com-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Penyanyi dan Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi Banten tengah menggelar Parade Musik untuk memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada hari ini, Senin (9/3/2020).
Kegiatan tersebut berlangsung sejak 7 Maret hingga 29 Maret 2020 mendatang, di Mal Teraskota, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangsel.
Ketua PAPPRI Banten Tubagus Imamudin mengatakan, upaya itu dilakukan karena hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya Hari Musik Nasional.
Padahal, kata Imamudin, penetapan Hari Musik Nasional itu telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013.
"Tapi pemerintah belum menyosialisasikan itu. Jadi kami perlu sampaikan ke khalayak ramai yang tidak tahu bahwa Hari Musik Nasional itu jatuh pada tanggal 9 Maret," kata Imamudin di Bukit Pelayangan Resto, Jalan Cillenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (9/3/2020).
Menurutnya, perayaan Hari Musik Nasional dapat menjadi pengingat bahwa musik merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia.
Selain itu, Hari Musik Nasional juga dapat menjadi ajang apresiasi bagi para pemusik dan pencipta lagu di tanah air ini.
"Artinya kita menghargai peranan musik itu sangat besar untuk hidup dan kehidupan kita. Tanpa musik hidup akan hampa," tuturnya.
Dalam perayaan kali ini, kata Imamudin, pihaknya memilih tema Musik Menyatukan Perbedaan.
"Yang diperjuangkan adalah hak cipta dan hak royalti para pemusik dan pencipta lagu. Seperti melalui YouTube dan sekarang kan digital ya. Permasalahannya kan, siapa yang ciptain siapa yang dapat (untungnya)," pungkas Imamudin. (RMI/RAC)
Persita Tangerang melepas sejumlah pemainnya untuk agenda internasional FIFA Matchday Juni 2026.
TODAY TAGKini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan langkah koordinasi lintas sektor untuk menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi dan pelayanan di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews