Connect With Us

Kisah Lurah Cireundeu Benahi Situ Gintung Hingga Jadi Destinasi Menawan

Rachman Deniansyah | Jumat, 3 Juli 2020 | 17:24

Suasana di Situ Gintung di Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Situ Gintung, sebuah situ yang sempat porak poranda akibat bencana jebolnya tanggul beberapa tahun silam, kini telah menjadi kebanggaan warga Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Peristiwa mencekam beberapa tahun lalu yang menewaskan ratusan warga sekitar lokasi tersebut, perlahan-lahan mulai terlupakan. Bahkan, kini penataan terus dilakukan sehingga menjadi lokasi favorit warga.

Lurah Cireundeu, Win Fadlianta merupakan salah satu sosok di balik wajah baru Situ Gintung saat ini.

Sejak 2017 lalu, saat dirinya pertama kali menjabat menjadi lurah di wilayah itu, Win langsung mencurahkan perhatiannya terhadap Situ yang memiliki luas sekitar 28 hektare tersebut.

"Dimulai sejak saya pertama kali menjabat sebagai Lurah di sini. Saya pikir Situ Gintung dapat menjadi potensi," ujar Win kepada TangerangNews di ruangan kerjanya, Jumat (3/7/2020).

Suasana di Situ Gintung di Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Win yang dibantu dengan Forum Ketua RT Cireundeu itu pun langsung memutuskan untuk meneruskan sejumlah pembangunan pada Situ tersebut. 

"Setelah tanggul jebol dulu, sebenarnya sudah dibangun. Tapi setelah itu tidak terawat, enggak kayak sekarang, tidak ramai kayak sekarang. Pohon liar masih banyak, rumput tinggi-tinggi," ujarnya.

"Pas saya menjabat, saya inisiatif untuk membenahinya. Saya kerjasama dengan Forum RT, dan menjalin audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) di Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Akhirnya saya ke sana. Dan Alhamdulillah mereka mau," sambungnya.

Setelah langkah tersebut ditempuh, lambat laun Situ Gintung pun mulai banyak diminati orang. Banyak warga bergerombol datang ke Situ yang lokasinya berada di ujung Kota Tangsel itu. 

"Semenjak itu Situ Gintung dibenahi, akhirnya mulai banyak orang yang tahu, baik dari Tangsel atau luar Tangsel. Banyak yang meminatinya untuk tempat olahraga. Karena memang tempatnya bagus, dan satu sisi tidak ada polusi udaranya juga karena memang jauh dari jalan raya," tuturnya. 

Dalam perjalanannya, Lurah Win sempat mengalami sejumlah hambatan dan kesulitan. Bahkan ia mengaku bahwa saat membenahi kawasan itu, dirinya sempat menghadapi sejumlah rintangan berat.

Suasana di Situ Gintung di Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

"Kendalanya itu, pertama karena tanah di sekitar Situ Gintung banyak yang merupakan tanah milik perseorangan, jadi sulit. Kedua, lokasinya cukup luas. Untuk motongin rumput aja itu sampai sekitar satu bulanan baru selesai," jelasnya.

Namun, berkat kerja kerasnya itu yang sudah hampir berjalan lebih dari tiga tahun, Situ Gintung pun kini telah berevolusi menjadi salah satu lokasi kebanggaan bagi warga Cireundeu dan Tangsel. 

Sejumlah apresiasi dan pujian pun datang untuk Lurah Win dari sejumlah pihak. 

"Pernah saya waktu itu saat rapat koordinasi terkait bencana alam, bersama pemerintah DKI Jakarta, Tangsel, Balai Besar, dan lainnya,  ketua balai  mengapresiasi saya menyampaikan di forum itu. 'Terimakasih kepada Lurah Cireundeu'. Karena katanya semenjak saya jadi lurah langsung bersih dan saya bangga juga. Bangga ternyata kerja saya berhasil," ungkapnya.

Untuk kerja kerasnya tersebut, Win mengaku hanya memiliki satu prinsip, yaitu kerja ikhlas. 

"Kalau kerja niat ikhlas aja akhirnya gampang. Dan hasilnya Alhamdulillah. Kita harus terjun ke masyarakat, harus terjun ke bawah, ke masyarakat, kuncinya itu. Dan dibantu juga sama masyarakatnya," tuturnya.

Dengan begitu, saat ini seluruh masyarakat pun tahu bahwa Tangsel memiliki Situ bersejarah yang kini menjadi kebanggan. 

Setiap hari, Situ Gintung kini ramai pengunjung karena menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berolah raga, terutama hari Sabtu dan Minggu.

Bahkan tak jarang, Situ Gintung juga dijadikan tempat untuk salah satu tahapan pendidikan Sespolri (Sekolah Polri).

"Sudah berjalan dua tahun, Situ Gintung dipilih jadi tempat pendidikan Polri," pungkasnya. (RMI/RAC)

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

KAB. TANGERANG
Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.

BANDARA
Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:25

Sebagai gerbang utama transportasi udara yang beroperasi 24 jam dengan kompleksitas tinggi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melaksanakan rangkaian evaluasi dan penguatan sistem

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill