Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi hampir di seluruh wilayah Tangerang Selatan membuat papan reklame yang terpasang di wilayah Sawah Baru, Ciputat, Tangsel, hancur hingga menimpa sejumlah rumah yang tepat berada di bawahnya.
Akibat insiden tersebut, terdapat tiga bangunan rumah rusak akibat reruntuhan papan reklame berukuran besar tersebut.
Lurah Sawah Baru Muslim menuturkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (8/11/2020).
"Tadi ada warga melaporkan hal tersebut. Ada sekitar tujuh rumah yang dilaporkan tertimpa. Yang cukup parah rusaknya ada tiga rumah dan kendaraan bermotor," tutur Muslim saat dikonfirmasi.

Beruntung, insiden tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Pihaknya pun sudah melaporkan kejadian tersebut kepada perusahaan pemilik papan reklame terdebut. "Jawaban beliau segera mengecek lokasi," ujarnya.
Selain itu, Muslim menegaskan bahwa seluruh kerusakan rumah yang dialami oleh warganya itu akan ditanggung oleh pihak pengelola.
"Jadi katanya pihak pemilik akan memberi uang untuk para korban untuk menyewa tempat tinggal sementara. Kerusakan (bangunan rumah) juga katanya akan ditanggung oleh pihak pemilik (papan reklame)," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGAntusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews