Petugas Bidang Pertamanan Disbudparman Kota Tangerang saat mengevakuasi pohon yang tumbang di Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com–Hujan Angin disertai angin kencang dan petir terjadi di beberapa wilayah Kota Tangerang. Peristiwa yang berlangsung Jumat (2/10/2020) sekitar pukul 16.30 WIB itu, telah menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang pun langsung melakukan penanganan pohon-pohon tumbang tersebut.
Kabid Pertamanan Disbudparman Kota Tangerang Hendri mengatakan pohon-pohon itu tumbang di enam titik seperti di dekat kantor Pengadilan Negeri Klas IA Tangerang, Gerendeng, dan Cikokol.
"Kurang lebih ada enam titik yang termonitor adanya pohon tumbang. Petugas kami langsung melakukan penanganan," ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (2/10/2020).
Penanganan pohon-pohon tumbang itu dilakukan Bidang Pertamanan serta dibantu BPBD, Kepolisian, hingga masyarakat setempat.
"Sampah-sampah pohon tumbang kami bersihkan," katanya.
Menurut Hendri, saat kondisi cuaca di Kota Tangerang cenderung ekstrem pihaknya langsung melakukan imbauan melalui media sosial Bidang Pertamanan agar masyarakat dapat menghindari jika ada potensi pohon tumbang.
"Karena yang paling aman saat hujan dan cuaca buruk adalah menepi di tempat aman," katanya.
Selain imbauan melalui media sosial, kata Hendri, upaya mengantisipasi pohon tumbang, pihaknya rutin melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi roboh saat diterpa angin kencang.
"Pohon tumbang sifatnya force mayor yang susah diprediksi. Ukuran dan usia pohon tidak bisa jadi ukuran," pungkasnya.(RMI/HRU)
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.