Connect With Us

Partai Gelora Mulai Panaskan Mesin, Anis Matta:  Perjuangkan Presidential Threshold 0 Persen

Rachman Deniansyah | Kamis, 23 Desember 2021 | 18:40

Ketua Umum Partai Gelora Annis Matta saat di wawancarai awak media di Mal Teras Kota, Serpong, Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Partai Gelora Indonesia mulai memanaskan mesin politiknya untuk menghadapi perhelatan politik akbar pada 2024 mendatang.

Sebagai pendatang baru, tentunya Partai Gelora tak ingin ketinggalan kesempatan untuk ikut bertarung dalam pesta Demokrasi Indonesia tersebut. 

Hal itu pun terbukti, Ketua Umum Partai Gelora Annis Matta langsung mengundang seluruh pengurus partainya se-Provinsi Banten guna melakukan konsolidasi di Mal Teras Kota, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Arah partai hingga target yang harus dicapai, menjadi pembahasan utama dalam konsolidasi tersebut.

Mantan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, tentu sebagai pendatang baru pihaknya tak ingin mengejar target yang terlalu tinggi. Target yang dicanangkan pun tak muluk-muluk.

"Secara nasional kita targetnya lolos Threshold. Tapi kita akan perjuangkan supaya tidak ada threshold atau 0 persen. Kita akan bersama mereka, siapapun yang mendukung ide zero threshold ini," jelas Anis pada Kamis, 23 Desember 2021.

Perwujudan wacana 'zero thrashold' ini, kata Anis, didasari pada sulitnya persyaratan untuk mencalonkan diri pada perhelatan politik nasional.

Padahal, menurutnya, ruang partisipasi tidak dapat dibatasi. Harus terbuka lebih luas dan tidak menghambat publik untuk ikut Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Karena kita ingin membuka ruang partisipasi yang lebih luas, supaya jangan ada hambatan bagi publik untuk ikut Pilpres. Yang kita mau partisipasinya dulu supaya masyarakat semuanya berpartisipasi secara menyeluruh dan tidak ada hambatan yang tidak perlu," terangnya.

Namun, untuk mencapainya tentu tak mudah. Anis menyadari, targetnya itu bakal bertentangan dengan partai-partai besar yang tetap menginginkan adanya Presidential Threshold 20 persen.

"Saya tahu bahwa itu akan bertentangan dengan partai besar. Tapi kita harus melemparkan ini dulu ke publik. Biarkan publik nanti yang memperlihatkan sikap mereka sebenarnya. Karena tujuannya adalah meningkatkan partisipasi," katanya.

Dengan konsolidasi yang dihadiri oleh seluruh pengurus partai se-Banten ini, Anis yakin target politiknya dapat dicapai.

"Kita menguji kesiapan dan mobilitas DPW. Dan ternyata luar biasa. Ini membuat saya secara pribadi sebagai ketua umum yakin, Insya Allah target kita di Provinsi Banten ini bisa kita capai," tandasnya.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

KOTA TANGERANG
Kemarau Picu Harga Cabai hingga Daging Naik di Pasar Tangerang, Beras Ikut Terkerek

Kemarau Picu Harga Cabai hingga Daging Naik di Pasar Tangerang, Beras Ikut Terkerek

Jumat, 31 Juli 2026 | 11:55

Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah mulai berdampak pada harga bahan pangan di pasar tradisional wilayah Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill