Connect With Us

Karyawan British International School Mogok Kerja

| Rabu, 6 April 2011 | 17:20

BIS Shanghai (ist / ist)



TANGERANG-Puluhan karyawan British International School (BIS), Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (6/4), menggelar aksi demo. Mereka menuding pihak yayasan BIS bersikap diskriminatif terhadap pekerja WNI.

"Kami menuntut keadilan. Karena selama ini kami diperlakukan tidak adil," ujar Sari Putri, Ketua Serikat Pekerja BIS.

Menurut Sari, jumlah pekerja WNI ada 300 orang, sedangkan pekerja WNA ada 120 orang. Pekerja WNI menduduki posisi yang beragam, mulai dari cleaning service hingga guru. Sementara pekerja WNA umumnya menduduki posisi guru dan manajemen.

"Biarpun posisi sama menjadi guru, namun gajinya beda. Bisa selisih beberapa kali lipat," kata Sari.

Berdasarkan informasi yang diterima, gaji guru WNI bisa mencapai Rp20 juta/bulan. Sedangkan gaji guru WNA Rp 35 juta/bulan. Sementara biaya sekolah untuk murid SD di BIS bisa mencapai Rp 110 juta/tahun.

Bahkan menurut Sari, yayasan BIS melarang terbentuknya serikat pekerja karyawan. Bagi yang bandel seperti dirinya harus siap berani menerima resiko PHK.

"BIS ini perusahaan asing bertaraf mutltinasional, masak tidak tahu bagaimana penerapan hak asasi manusia (HAM)? Tindakan mereka sudah sewenang-wenang," tegas Sari.

Menurut Sari, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka mereka akan melakukan aksi mogok kerja hingga Jumat (8/4) mendatang. "Jika tidak berhasil juga, kami akan beraudiensi dengan pemerintah pusat untuk minta bantuan," tandasnya.

Nahusman Peter, guru Bahasa Indonesia BIS, mengatakan bahwa pihak yayasan BIS sudah menginjak-injak martabat pekerja WNI. "Mereka bersikap diskriminatif," ujarnya.

Namun kata Nahusman, meskipun bersikap diskriminatif, dirinya tetap berkeinginan untuk bekerja di BIS. "Kami masih mencintai sekolah ini. Namun kami ingin ada perbaikan, dan perlakukan yang adil," ucapnya.

Sementara itu aksi demo yang berlangsung damai itu, dijaga ketat oleh puluhan Polisi dari Polsek Pondok Aren. Pihak yayasan BIS sendiri menutup diri untuk beraudiensi dengan perwakilan karyawan.(dra)

TANGSEL
Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:11

Merasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill