Connect With Us

Banser Kota Tangerang Tolak Damai, Desak Bahar bin Smith Ditahan

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 13 Februari 2026 | 11:36

Ratusan massa Banser melakukan aksi damai di depan Mapolres Metro Tangerang Kota mendesak pengusutan tuntas kasus penganiyaan kadernya oleh Habib Bahar bin Smith di Cipondoh, beberapa waktu lalu. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang menolak permohonan maaf dan ajakan damai dari Bahar bin Smith terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap anggotanya.

Kasatkorcab Banser Kota Tangerang Slamet Purwanto menyebut pihaknya belum menerima permintaan maaf secara langsung dari Bahar.

“Secara langsung kami tidak menerima permohonan maaf dari Bahar Smith. Termasuk saudara R juga belum menerima video permintaan maaf itu,” kata Slamet dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 13 Februari 2026.

Kendati begitu, Banser Kota Tangerang tidak membuka ruang damai dalam kasus tersebut dan meminta proses hukum tetap berjalan.

“Sekali lagi atas nama Banser Kota Tangerang tidak ada kata damai. Lanjutkan, tuntaskan, dan penjarakan Bahar Smith,” ujarnya.

Slamet juga mengaku kecewa atas keputusan Polres Metro Tangerang Kota yang menangguhkan penahanan Bahar.

“Pada kenyataannya kami tidak mendapatkan keputusan Bahar untuk ditahan,” ucapnya.

Menurutnya, pihak Banser mendesak kepolisian segera menangkap dan menahan Bahar bin Smith demi menegakkan keadilan.

Sementara itu, Rida selaku korban pemukulan dan pengeroyokan mengaku kecewa atas penangguhan penahanan tersebut.

“Saya pribadi sangat kecewa dengan penangguhan itu, dengan alasan karena sebagai tulang punggung dan sebagai pengajar. Saya juga sebagai tulang punggung,” kata Rida.

Ia berharap kasus ini dituntaskan secara hukum dan Bahar segera ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan.

“Saya berharap Bahar segera ditersangkakan, ditangkap, dan dipenjarakan. Saya tetap lanjut selesaikan kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

Sebelumnya, Bahar bin Smith menyampaikan permintaan maaf terkait kasus penganiayaan terhadap anggota Banser, Rida, yang terjadi di Cipondoh, Kota Tangerang. 

Permintaan maaf itu disampaikan melalui rekaman video pada Rabu, 11 Februari 2026, didampingi sejumlah rekannya.

Dalam video tersebut, Bahar juga meminta maaf kepada organisasi GP Ansor, tempat korban bernaung.

“Saudara-saudaraku, sebagaimana kita ketahui dengan adanya kejadian beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan Haji Arif, Haji Edi dan Pak Dwi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa saudara kita Pak Rida,” kata Bahar dalam video tersebut.

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Membaca APBN dari Tubuh Perempuan

Senin, 2 November 2026 | 17:31

Perdebatan mengenai pajak pembalut sesungguhnya bukan sekadar persoalan berapa rupiah yang harus dibayarkan perempuan ketika membeli kebutuhan menstruasi. Di balik transaksi kecil di pasar dan toko kelontong itu tersimpan persoalan besar

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill