Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan pelajar SMK Waskito Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan aksi ujuk rasa menuntut pengusutan tuntas kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sekolah tersebut, Rabu 07 Mei 2025.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat para siswa dan siswi membawa poster berisi portes dan tuntutan mereka kepada pihak sekolah.
Abdol, satpam sekolah membenarkan peristiwa unjuk rasa puluhan pelajar yang dilakukan di halaman sekolah tersebut.
"Iya tadi ada pagi hari, sekitar 15 menit para pelajar melakukan aksi," ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Dirinya juga tidak mengetahui motif aksi yang dilakukan puluhan pelajar tersebut.
"Kalau motif kami enggak tahu, coba tanya lebih detailnya saja ke pihak sekolah langsung, mohon maaf ya," imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil Sahril membenarkan terkait laporan kasus dugaan pelecehan seksual seorang siswi oleh kakak kelasnya.
"Benar perkara tersebut saat ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tangsel, masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.
Agil menambahkan selama penyelidikan berlangsung, polisi telah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. "Saat ini ada beberapa saksi diperiksa," ungkapnya.
Sementara korban telah dibawa ke UPTD PPA Kota Tangerang Selatan untuk mendapatkan pendampingan. "Masih nunggu perkembangan," imbuh Agil.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews