Connect With Us

KLH Turun Tangan Atasi Sampah Tangsel, Manfaatkan 54 TPS3R hingga Bentuk Satgas Pengawasan

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 19 Desember 2025 | 15:36

Pengangkutan gunungan sampah di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) turun tangan mengatasi krisis penumpukan sampah di Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Langkah ini diambil sebagai solusi sementara yang masif guna memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama proses normalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang berlangsung.

"Penanganan sampah di Pasar Cimanggis merupakan respons darurat sekaligus bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang responsif," kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Kamis 18 Desember 2025.

 

Angkut 116 Ton dan Penataan Lokasi

Sebagai langkah jangka pendek yang paling krusial, KLH/BPLH mengerahkan petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel dan dinas pasar untuk mengevakuasi sampah yang telah menggunung hingga mendekati atap pasar.

Dalam operasi yang dilakukan maraton sejak Rabu 17 Desember 2025 malam hingga Kamis pagi hari, sebanyak 116 ton sampah berhasil diangkut.

Tidak berhenti pada pengangkutan, KLH/BPLH langsung melakukan intervensi fisik di lokasi dengan melakukan pengerasan lahan. Area yang sebelumnya kumuh kini ditata ulang dan disiapkan sebagai titik penempatan kontainer sampah (amrol).

"Penyediaan kontainer ini berfungsi sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang lebih tertutup dan terorganisir agar sampah tidak lagi berserakan di tanah," jelas Hanif.

 

Pengalihan Arus Sampah ke TPS3R dan TPST

Hanif menjelaskan bahwa penumpukan ini merupakan dampak dari penutupan sementara TPA Cipeucang selama 10 hari akibat pengerjaan normalisasi saluran air dan kali yang tertutup sampah.

Proses penataan TPA sendiri diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan.

Untuk mengantisipasi timbulan sampah harian masyarakat selama TPA ditutup, KLH/BPLH mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah di tingkat komunitas dan terpadu sebagai jalur alternatif.

"54 unit TPS3R dikerahkan untuk menyerap sampah dengan kapasitas 99 ton per hari. Lalu, 2 unit TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) difungsikan untuk mengolah 14 ton per hari," terangnya.

 

Pembentukan Satgas Pengawasan

Guna memastikan solusi sementara ini berjalan efektif dan mencegah munculnya titik pembuangan ilegal baru, KLH/BPLH menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus.

Satgas ini akan ditempatkan di titik-titik rawan untuk mengawasi aktivitas pembuangan sampah agar tetap sesuai pada tempat yang telah disediakan.

“Kami pastikan pengangkutan sampah dan penataan lokasi berjalan. Ke depan, KLH/BPLH mendorong penguatan sistem penampungan dan pengawasan agar persoalan sampah di pasar dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” tegas Hanif.

Melalui langkah kolaboratif ini, KLH/BPLH berkomitmen untuk terus mengawal kondisi di lapangan hingga operasional pembuangan sampah di Tangsel kembali normal.

BANDARA
Uji Kesiapsiagaan Darurat, Bandara Soekarno-Hatta Simulasi Kecelakaan Pesawat dan Penyanderaan

Uji Kesiapsiagaan Darurat, Bandara Soekarno-Hatta Simulasi Kecelakaan Pesawat dan Penyanderaan

Kamis, 24 September 2026 | 15:00

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggelar simulasi penanganan kondisi darurat Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026 pada Kamis 24 September 2026.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill