Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Komoditas bawang merah varietas Batu asal darat tinggi Malang, Jawa Timur berhasil dipanen di kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui pemanfaatan teknologi pupuk bio-organik berbasis mikroba.
Panen perdana hasil proyek percontohan (demplot) ini berlangsung di Kelurahan Jombang, Ciputat, Selasa 9 Juni 2026, bersamaan dengan kegiatan Pasar Murah Hasil Bumi yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Tangsel serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang.
Keberhasilan ini menjadi catatan baru, mengingat bawang merah varietas Batu, umumnya membutuhkan karakteristik agroklimat dataran tinggi agar dapat tumbuh optimal.
Budidaya di dataran rendah Kota Tangsel ini menggunakan pupuk komersial bernama Arktivate, yang diproduksi oleh perusahaan asal Singapura, PT BioArk Global Pte. Ltd.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan penggunaan pupuk ini memberikan dampak signifikan pada dimensi umbi bawang yang dihasilkan.
"Bawang yang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah seperti kita karena faktor ketinggian, namun dengan pupuk ini produksinya bagus sekali. Bawangnya lebih besar," kata Benyamin.
Mekanisme Kerja Pupuk
CEO PT BioArk Global Pte. Ltd., Edward memaparkan secara teknis pupuk tersebut bekerja dengan mengandalkan konsorsium mikroba aktif yang diformulasikan untuk mematangkan kesuburan tanah, sekaligus memitigasi dampak perubahan iklim pada tanaman hortikultura.
Keunggulan utama dari formulasi ini terletak pada kemampuannya menjaga kestabilan media tanam di lingkungan yang kurang ideal.
"Media tanah ini terbukti mampu mempertahankan kelembapan hingga 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi 10 persen lebih baik dibandingkan tanah yang menggunakan pupuk organik konvensional," jelasnya.
Kandungan mikroba tersebut merekayasa ekosistem perakaran, sehingga tanaman tetap mendapatkan asupan hara dan hidrasi yang konsisten, meskipun ditanam di wilayah perkotaan yang cenderung bersuhu lebih tinggi.
Rencana Distribusi Masal
Melihat hasil dari fase demplot pertama, Pemkot Tangsel melalui DKP3 berencana melakukan kajian lebih mendalam guna melihat konsistensi produktivitas pupuk ini pada skala pertanian yang lebih luas.
Jika hasil pengujian jangka panjang menunjukkan stabilitas yang sama, Pemkot berencana memproduksi pupuk tersebut dalam volume besar untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Target utamanya adalah pemanfaatan lahan pekarangan atau pertanian skala rumah tangga guna menekan ketergantungan pasokan bawang merah dari luar daerah.
"Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksi rumah tangganya cukup besar di Tangsel," tutup Benyamin.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews