Connect With Us

Polsek Serpong Amankan Anggota BIN Gadungan

Denny Bagus Irawan | Rabu, 22 Februari 2012 | 12:48

Badan Intelijen Negara (BIN) (Dira Derby / Tangerangnewscom)


TANGERANG
- Petugas Polsek Serpong, Tangerang Selatan mengamankan seorang anggota BIN gadungan  bernama Kurniawan.  Warga Jalan Raya Bintaro Sektor XI asal Ambarawa itu  mengaku sebagai anggota BIN.

Penangkapan berawal dari adanya laporan Batalyon Cobra Serpong yang berhasil menangkap pelaku yang melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota BIN dengan pangkat Mayor.
 
"Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku ternyata anggota BIN gadungan dan hanya ingin mencari keuntungan," kata Kapolsek Serpong, Kompol  Nico Andreano Setiawan, Selasa (21/2) di Mapolsek Serpong.

Setelah dilakukan pengecekan dan pencocokan identitas pelaku, Kurniawan dilakukan pemeriksaan oleh anggota BIN dan ternyata pelaku merupakan anggota BIN gadungan dengan modus mencari keuntungan dari warga.

"Dari keterangan pelaku, korban diiming - iming menjadi PNS dan anggota BIN," katanya.

Dalam melakukan aksinya tersebut, pelaku menggunakan tiga nama samaran untuk mengelabui korbannya yakni, Yudit, MH, RM. ”Kami masih melakukan pengembangan untuk kasus ini, masih ada jaringannya lagi selain pelaku. Kita juga akan mencocokan ke Polsek Ciputat, apakah pelaku yang selama ini beraksi di Ciputat,” tambah Nico.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti yakni, berupa kartu identitas yang menunjukan pelaku sebagai anggota BIN dan TNI.  Lalu, satu buah senjata api palsu, sejumlah stempel kepolisian, tabungan Bank BCA dengan saldo sebesar Rp 1,7 Miliar, satu unit laptop, mobil Pajero Sport dengan plat nomor yang diganti dan dilengkapi identitas polisi serta beberapa berkas lainnya.

Sementara itu, Kurniawan yang mengaku selaku anggota BIN menuturkan dalam melakukan aksinya, dirinya mendapat dukungan dari seseorang bernama Hariyadi yang mengaku sebagai anggota BIN lainnya.

Hariyadi, diketahuinya merupakan anggota BIN di pusat namun gadungan juga. Dia mengira, Hariyadi bisa membantu dalam seseorang untuk menjadi PNS atau Polisi."Saya juga ngerasa ditipu, karena dia (Haryadi) menjanjikan saya menjadi anggota BIN, tapi sampai sekarang enggak,” kata pelaku yang mengaku sebagai pegawai konsultan SDM di salahsatu perusahaan.

Dikatakan Kurniawan, dirinya mengganti nama atas saran dari Hariyadi tersebut.”Kalau mau masuk BIN kan nama asli harus di rubah,” ungkapnya sambil menundukan kepala.(DRA)

 

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill