Connect With Us

Kisah Tragis Soid, Anak & Istrinya yang Lumpuh

| Kamis, 22 November 2012 | 20:27

Kisah Tragis Sodi, Anak & Istrinya yang Lumpuh. (tangerangnews / dira)

 
 
 Reporter : Dira Derby 
TANGERANG-Soid seorang tukang sapu yang telah berusia 71 tahun warga Gang Saidin, RT 02/03, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel benar-benar bernasib tragis. Betapa tidak,meski tinggal di rumah sekitar 100 meter persegi dirinya harus hidup mengurus anak dan istrinya yang lumpuh.
 
Ketika wartawan mengunjungi kediaman Soid, begitu masuk ke dalam rumah tersebut bau pesing mulai menyengat. Sebab, anak dan istri telah lumpuh dan lebih banyak terbaring di kasur. Ya, di rumah itu mereka hanya tinggal bertiga.
 
Dengan seusia tersebut, Soid praktis harus memasak  dan membersihkan kotoran anak serta istrinya itu.  Anak Soid diketahui bernama Namin,45.
 
Dia lumpuh sejak delapan tahun yang lalu ketika mengalami kecelakaan kerja  saat Namin sedang bekerja menjadi pesuruh di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sempat memiliki istri, tetapi Namin pun akhirnya ditinggal.  
 
Sedangkan, istrinya Kinah,70, akhirnya mengalami lumpuh karena sudah uzur. Kemungkinan hal itu terjadi lantaran Kinah sering mengangkat barang yang berat.
 
Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Sodi menjadi tukang sapu di Dinas Kebersihan Kota Tangsel sebagai pekerja lepas, meskipun hanya memiliki upah Rp750 ribu.
  
 
 
 Setegar apa Soid, ternyata dia tidak begitu mampu menanggung beban tersebut. Bahkan dia sempay frustasi dengan keadaan ekonominya dan masalah keluarga yang mendapat cobaan seperti itu.  “Saya pernah mau bunuh diri. Tetapi untungnya saya sadar,” ujarnya, Kamis (22/11).
 
Dirinya berharap ada bantuan dari pemerintah dan dermawan. “Saya tetap harus bertahan, saya tetap ingin bersama anak dan istri saya,” ujarnya.   
 
Sejumlah tetangga Sodi  pun ikut merasakan derita yang dialami Soid. Namun, apa mereka pun tidak bisa berbuat banyak untuk membantu keluarga miskin itu. “Mereka sekeluarga kini lumpuh, tidak ada yang bisa bekerja lagi, kasihan. Kami di sini tak bisa membantu banyak untuk menyembuhkan penyakit mereka,” kata Mbak Tarni, tetangga Soid.
 
 
BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

BANTEN
Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:30

Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill