Connect With Us

Ketua DPRD Tangsel Tantang KONI Buat Sekolah Atlet

| Kamis, 24 Januari 2013 | 20:14

Bambang P Rachmadi Ketua DPRD Kota Tangsel. (tangerangnews / deddy)

 
 

 
TANGERANG-Ketua DPRD Kota Tangsel Bambang P Rachmadi menantang keseriusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel dalam mengembangkan olaraga di Kota Tangsel. Jika serius, dirinya siap menyokong kebijakan pengaggaran untuk program itu.
 
            “Silakan saja KONI buat kajian untuk membangun sekolah atlet. Saya akan dukung dalam pengaggaran untuk bisa tercapai,” kata Bambang, usai menghadiri pelantikan Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Kota Tangsel di gedung DPRD Kota Tangsel, Rabu (23/1).
 
            Bambang beralasan, pentingnya membangun sekolah atlet bukan sekadar untuk kepentingan olahraga dan atlet. Melainkan untuk seluruh warga. Karena, kata Bambang, olahraga adalah bagian dari kesehehatan, pendidikan dan kebuthan jasmani setiap orang. “Ada pepatah mengatakan, di dalam tubuh yang sehat terdapat akal yang sehat pula. Maka tentunya, kita perlu membuat sarana untuk memberi kesematan bagi warga untuk mengembangkan bakatnya dalam berolahraga,” katanya.
 
            Selain itu, di Banten sendiri, kata Bambang, belum ada sekolah atlet seperti di Ragunan, Jakarta. Selagi Tangsel baru, dan masa pembangunan tidak ada salahnya kalau sarana itu dibuat di kota ini. “Kalau Tangsel membuat sekolah atlet, ini akan menjadi satu-satunya dan pertama di Banten. Tangsel, berpotensi menjadi pioneer dalam olarhaga di Banten,” jelasnya.
 
            Lebih dari itu, kata Bambang, keberadaan sekolah atlet bisa menjadi peluang bagi warga yang memiliki bakat dan minat dalam olahraga. Yakni, mengembangkan bakatnya itu untuk menekuni karier sebagai atlet. “Kalau ada sarananya di Tangsel, warga tidak usah ke DKI Jakarta untuk belajar menekuni olahraga,” katanya.
 
            Ditantang Bambang, Ketua KONI Kota Tangsel Rita Juwita menyanggupinya. Menurut Rita, dirinya siap membuat kajian untuk pembentukan sekolah atlet itu. “Nanti kita bikin proposalnya,” jawabnya.
 
            Namun lanjut Rita, sebelum membuat kajian untuk sekolah khusus atlet itu, dirinya terlebih dahulu akan mengajukan permohonan kepada Dindik dan Dispora untuk melanjutkan program kelas atlet yang sebelumnya sudah ada. Yakni, kelas atlet di tingkat SMP. “Sebelumnya kita ada kelas atlet di SMPN 1 dan SMP 17. Tapi, cuma dua tahun sekarang tidak jalan lagi,” katanya.
 
            Rita menilai, sebelum sekolah atlet didirikan, lebih baik jika kelas atlet di dua sekolah itu saja yang dilanjutkan. Tujuannya agar, siswa-siswanya yang telah mengambil bidang olahraga mendapatkan legalitas formal dari pendidikan itu. “Minimal untuk menamatkan mereka. Karena yang berada di kelas khusus olahraga itu kebanyakan dari kalangan tidak mampu. Mudah-mudahan, masukan dari kami nanti bisa disetujui,” terangnya.
            Sebab, lanjut Rita, pemegang peranan dalam melanjutkan program itu ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Yaitu, Dinas Pendidikan dan Dispora Kota Tangsel. “Kita hanya akan mengusulkan kepada SKPD terkait,” tuturnya. (TMN)
 
 
 
TANGSEL
Puluhan Ribu Remaja Putri di Tangsel Alami Anemia

Puluhan Ribu Remaja Putri di Tangsel Alami Anemia

Jumat, 18 September 2026 | 20:55

Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terungkap bahwa 13 persen di antaranya mengalami anemia, yang mayoritas menyerang remaja putri.

KOTA TANGERANG
TPS Liar di Batuceper Tangerang Tak Teratasi Sejak 2010

TPS Liar di Batuceper Tangerang Tak Teratasi Sejak 2010

Jumat, 18 September 2026 | 22:29

Tumpukan sampah di TPS liar, Jalan Darussalam 1, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang masih belum teratasi meski pemerintah daerah setempat disebut telah beberapa kali meninjau lokasi.

NASIONAL
Jalani Terapi Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, Tumor Kanker Hati Pasien Mengecil 

Jalani Terapi Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, Tumor Kanker Hati Pasien Mengecil 

Jumat, 18 September 2026 | 18:40

RS Mandaya Royal Puri menjadi salah satu fasilitas kesehatan di Indonesia yang menerapkan Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90 untuk penanganan kanker hati.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill