Connect With Us

Bahaya Polusi Udara di Dalam Rumah dan Cara Mengatasinya

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 20 Juni 2025 | 18:14

Ilustrasi menghirup polusi udara. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Ketika berbicara soal polusi udara, pikiran Anda mungkin langsung tertuju pada jalanan macet atau asap pabrik di kota besar. Tapi tahukah Anda bahwa polusi udara juga bisa mengintai dari dalam rumah?

Ya, udara di rumah Anda sendiri bisa jadi lebih kotor dibandingkan udara di luar, terutama jika tidak ada sirkulasi yang baik atau peralatan rumah tangga tidak dirawat dengan benar. Padahal, rumah adalah tempat Anda dan keluarga menghabiskan banyak waktu setiap harinya.

Sumber Polusi Udara di Dalam Rumah

Polusi udara dalam ruangan bisa berasal dari berbagai sumber. Salah satunya adalah asap rokok yang menempel lama di perabotan. Selain itu, penggunaan produk pembersih berbahan kimia juga menyumbang polusi karena menghasilkan senyawa berbahaya yang menguap ke udara.

Jangan lupakan juga bulu hewan peliharaan, debu, hingga jamur yang tumbuh di sudut ruangan lembap. Bahkan, aroma dari lilin aromaterapi atau pengharum ruangan yang sering dianggap menyegarkan, bisa melepaskan partikel berbahaya ke udara jika digunakan berlebihan.

 Sumber-sumber ini sering kali tidak terlihat, namun bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari alergi, asma, iritasi mata, hingga gangguan pernapasan jangka panjang. Maka penting bagi Anda untuk lebih waspada terhadap kualitas udara di dalam rumah sendiri.

Dampak Jangka Panjang terhadap Kesehatan

Mungkin Anda pernah merasa mudah lelah, sakit kepala tanpa sebab, atau sering bersin ketika berada di rumah. Jika iya, bisa jadi itu merupakan reaksi tubuh terhadap kualitas udara yang buruk. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dalam ruangan bahkan bisa menurunkan daya tahan tubuh dan memperparah penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya, seperti bronkitis atau asma.

Anak-anak dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap dampak ini. Sistem pernapasan mereka lebih sensitif, sehingga partikel kecil di udara bisa langsung menyerang tubuh. Oleh karena itu, menjaga kualitas udara di rumah bukan sekadar demi kenyamanan, tapi juga penting untuk kesehatan jangka panjang keluarga Anda.

Solusi Sederhana Mengatasi Polusi Udara di Rumah

Mengatasi polusi udara dalam rumah sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Salah satu cara termudah adalah dengan memastikan ventilasi yang baik.

  1. Cobalah buka jendela secara rutin, terutama pagi hari, agar udara segar bisa masuk dan sirkulasi berjalan lancar.
  2. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan tanaman hias seperti lidah mertua atau sirih gading yang dikenal mampu menyerap racun di udara.
  3. Gunakan produk pembersih ramah lingkungan dan hindari membakar lilin atau dupa dalam ruangan tertutup.
  4. Investasi pada alat penyejuk udara yang punya teknologi penyaring juga bisa jadi pilihan cerdas. Misalnya, Anda bisa memilih AC Daikin  yang sudah dilengkapi fitur penjernih udara untuk menyaring debu, bakteri, dan bau tidak sedap. Selain memberi kesejukan, AC jenis ini juga membantu menjaga udara tetap bersih dan sehat.

Cek Ulang Pilihan Produk dan Kebiasaan Anda

Mulai sekarang, cobalah untuk lebih selektif dalam memilih peralatan rumah tangga. Jika Anda berencana mengganti pendingin ruangan, perhatikan harga AC sekaligus fitur yang ditawarkan. Jangan hanya tergiur harga murah, tapi pastikan juga fungsinya mendukung kesehatan keluarga.

Mengurangi polusi udara di rumah bukan hal yang instan. Tapi dengan kebiasaan yang konsisten dan pemilihan produk yang tepat, Anda bisa menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan aman untuk bernafas. Lagipula, udara bersih adalah hak setiap orang, dan semuanya bisa dimulai dari rumah Anda sendiri.

NASIONAL
Bahlil Pastikan Bensin Campur Etanol 10 Persen Berlaku Mulai 2028

Bahlil Pastikan Bensin Campur Etanol 10 Persen Berlaku Mulai 2028

Jumat, 9 Januari 2026 | 12:23

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kebijakan pencampuran etanol sebesar 10 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis bensin atau E10 mulai diberlakukan paling lambat pada 2028.

BANTEN
Gubernur Banten Instruksikan OPD Kebut 8 Program Prioritas

Gubernur Banten Instruksikan OPD Kebut 8 Program Prioritas

Kamis, 8 Januari 2026 | 23:15

Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan seluruh Kepala Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan kebijakan nasional.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BISNIS
Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Kamis, 18 Desember 2025 | 21:03

-Produk kriya rotan asal Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Brand lokal ROKA Collection sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Seoul Design Festival 2025 yang berlangsung pada 12–16 November 2025 di Seoul

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill