Connect With Us

Jangan Salah Pilih! Ini 4 Jenis Charging Station Mobil Listrik yang Perlu Diketahui Pengguna EV

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:44

Ilustrasi Petugas PLN tengah memberikan edukasi menu EV di dalam aplikasi PLN Mobile kepada pengguna kendaraan listrik di salah satu SPKLU. (@ / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya infrastruktur pengisian daya yang dikembangkan PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra. 

Namun di tengah pertumbuhan tersebut, masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan jenis charging station yang tersedia dan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

PT PLN menilai pemahaman soal jenis pengisian daya menjadi hal penting agar penggunaan kendaraan listrik bisa lebih efisien, aman, dan nyaman, terutama saat mobilitas tinggi seperti perjalanan harian hingga mudik.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya soal membangun fasilitas pengisian daya, tetapi juga memastikan masyarakat memahami cara penggunaannya.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman. Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Gregorius.

Secara umum, ada empat jenis charging station yang digunakan kendaraan listrik, mulai dari pengisian standar di rumah hingga pengisian super cepat di SPKLU.

Jenis pertama adalah standard charging. Metode ini menggunakan arus bolak-balik atau AC dengan kapasitas 7 kW ke bawah. 

Waktu pengisian biasanya berkisar antara 6 hingga 12 jam, tergantung kapasitas baterai kendaraan. 

Model ini paling umum digunakan untuk home charging dan cocok bagi kendaraan listrik dengan baterai kecil maupun kendaraan plug-in hybrid.

Selanjutnya ada medium charging. Sama-sama memakai arus AC, tetapi kapasitas dayanya lebih besar, yakni di atas 7 kW hingga 22 kW. Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya dapat berlangsung sekitar 2 sampai 4 jam. 

Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik, dan biasanya menggunakan perangkat wallbox charger.

Jenis ketiga adalah fast charging. Sistem ini sudah menggunakan arus searah atau DC dengan kapasitas lebih dari 22 kW hingga 50 kW. Dengan teknologi ini, baterai kendaraan listrik bisa terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 sampai 60 menit. 

Fast charging umumnya tersedia di SPKLU dan cocok digunakan saat perjalanan jauh atau ketika kendaraan membutuhkan pengisian cepat di tengah mobilitas tinggi.

Sementara itu, ultra fast charging menjadi jenis pengisian paling cepat. Sistem ini juga menggunakan arus DC dengan kapasitas di atas 50 kW. 

Dengan daya sebesar itu, pengisian baterai bisa dilakukan dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Jenis ini ideal untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai besar yang membutuhkan waktu pengisian lebih singkat saat perjalanan.

Selain memperluas infrastruktur, PLN juga menghadirkan dukungan digital melalui aplikasi PLN Mobile. 

Di dalamnya terdapat layanan Electric Vehicle Digital Services atau EVDS yang menjadi one-stop service bagi pengguna kendaraan listrik.

Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat merencanakan rute perjalanan sekaligus menentukan titik pengisian daya yang lebih efisien. 

Selain itu, ada juga fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau ketersediaan SPKLU serta melakukan reservasi antrean pengisian daya secara digital.

BANDARA
Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:30

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang mencatatkan posisi sebagai bandara tersibuk kedua di kawasan Asia Tenggara, berdasarkan laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

TEKNO
OLX Perkenalkan OLA di GIIAS 2026, Cara Baru Cari Mobil Lewat AI

OLX Perkenalkan OLA di GIIAS 2026, Cara Baru Cari Mobil Lewat AI

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:05

OLX memperkenalkan OLA (OLX Virtual Assistant), teknologi berbasis artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu konsumen menemukan pilihan kendaraan sesuai kebutuhan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill