Warga Keluhkan Perbaikan Jalan di Kota Tangerang Cuman Ditambal Paving Block
Rabu, 4 Februari 2026 | 20:06
Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut pun dikeluhkan warga melalui media sosial.
TANGERANGNews.com-Terkait rencana dihapuskannya Ujian Nasional (UN), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang mengaku akan menunggu kebijakannya seperti apa.
"Nunggu dijadikan kebijakan saja. Kalau sekarang komentar nanti salah," Kata Kepala Dikbud Kota Tangerang Abduh Surahman, Senin (28/11/2016).
Abduh mengaku belum mendapat informasi terkait rencana penghapusan UN. Dirinya baru megetahui hal tersebut dari Media. "Saya belum tahu isinya seperti apa. Baru tahu dari berita," katanya.
Pihaknya juga belum melakukan rapat dengan kepala sekolah untuk persiapan, jika UN jadi dihapus. "Belum, sampai saat ini juga belum ada kepsek dan wali murid yang nanya," katanya.
Sementara Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Yati Rohayati menilai dihapuskannya UN bisa berdampak baik maupun tidak. Jika dilihat dari mutu pendidikan di tiap daerah yang belum merata, hal ini bisa menjadi baik.
"Yang paling tahu kemampuan murid kan guru dan pendidik. Jadi pihak sekolah bisa membuat ujian sendiri sesuai kemampuan murid, namun tetap dengan standar yang ditentukan dari pusat," katanya.
Sementara di sisi lain, UN juga menjadi motivasi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan belajar agar lulus dengan nilai yang baik. "Jadi ada plus dan minusnya. Yang pasti kalau kebijakan itu disahkan, siap tidak siap pemerintah daerah harus mengikuti," katanya.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menghentikan sementara penyelenggaraan UN pada 2017. Selanjutnya, pelaksanaan ujian kelulusan dilimpahkan kepada pemerintah daerah.
Untuk tingkat sekolah dasar (SD), pelaksanaan ujian kelulusan akan diberikan kepada pemerintah kota/kabupaten. Sementara, pelaksanaan ujian kelulusan bagi sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) oleh pemerintah provinsi.
Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut pun dikeluhkan warga melalui media sosial.
TODAY TAGDi Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews