Solusi Islam Atasi Gunungan Sampah
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:06
Bahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.
TANGERANGNEWS.com- Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) puluhan ribu siswa di Kota Tangerang mulai dari tingkat PAUD hingga SMP negerti maupun swasta memasuki jenjang sekolah baru tahun ajaran 2023/2024.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Jamaluddin mengatakan, masa-masa ini adalah penyesuaian dari para siswa terhadap lingkungan baru sehingga tidak jarang akan menjumpai anak-anak yang rewel maupun enggan untuk bersekolah, khususnya pada pekan pertama.
"Alasan malas sekolah itu bisa macam-macam. Mulai dari takut, malu, sungkan, hingga malas. Perasaan itu manusiawi karena anak akan menghadapi lingkungan baru yang penuh dengan ketidakpastian dan perlu adaptasi," ujar Jamal pada Selasa, 18 Juli 2023.
Oleh karena itu, Jamal memberikan sejumlah tips yang dapat diterapkan untuk membantu anak beradaptasi di pekan-pekan pertama sekolah. Antara lain sebagai berikut:
Parafrase dari poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:
1. Membangun Kolaborasi dengan Guru
Kepala Sekolah, para Pengajar, dan Staf Pendidikan berinteraksi dengan siswa baru dan orang tua/wali yang mengantarkan, serta saling bertukar kontak seperti nomor telepon atau media sosial. Tujuannya adalah untuk mempermudah komunikasi dalam menjalin komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang lebih positif dan menyenangkan.
2. Mengendalikan Emosi dan Tetap Tenang
Ketika anak sulit atau enggan pergi ke sekolah, terutama di minggu pertama masuk, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Hal ini akan membantu anak merasa lebih rileks. Berusahalah tetap sabar dalam mengajak anak ke sekolah dan tetap tenang untuk mencari tahu penyebab anak menolak pergi ke sekolah.
Baca Juga: Larang Perpeloncoan dalam MPLS, Wali Kota Arief Beri Sanksi Sekolah yang Langgar Aturan
3. Memberikan Semangat dan Motivasi
Setelah menemukan masalah yang dihadapi oleh anak, orang tua perlu memberikan semangat dan motivasi. Misalnya, jika anak merasa minder, beritahukan kelebihan anak dan bagaimana hal-hal tersebut bisa diterapkan di sekolah.
4. Menghindari Membandingkan dengan Anak Lain
Kadang-kadang orang tua mencoba memotivasi anak dengan membandingkannya dengan anak lain atau saudara kandung. Sebaiknya, hal ini sebaiknya dihindari karena bisa membuat anak merasa tertekan. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak membandingkan anak dengan orang lain, melainkan lebih baik fokus untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh anak dengan memanfaatkan kelebihannya.
5. Memberikan Reward atau Penghargaan
Baca Juga: DPR RI Komentari Polemik MPLS di SDN Uwung Jaya Kota Tangerang
Orang tua sebaiknya tidak pelit dalam memberikan penghargaan jika terdapat perkembangan positif pada anak. Penghargaan tidak selalu berupa benda, tetapi bisa berupa pujian dan motivasi yang terus diberikan. Namun, jika ingin memberikan penghargaan berupa barang, disarankan untuk tidak memberikan barang yang mahal atau tidak bermanfaat, karena hal tersebut dapat membuat anak menjadi terlalu manja.
Bahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.
TODAY TAGroma musim semi yang penuh harapan kini mulai terasa di setiap sudut Mal Ciputra Tangerang. Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026, pusat perbelanjaan favorit keluarga ini resmi membuka rangkaian acara istimewa
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026
Persita Tangerang meraih kemenangan 2-1 atas PSBS Biak pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026. Laga berlangsung di Indomilk Arena, Senin, 16 Februari 2026, sore.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews