Connect With Us

Drama MPLS, Dindik Tangerang Beri Tips Agar Anak Siap di Sekolah Baru

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 18 Juli 2023 | 10:00

Siswa SD tahun ajaran baru mengikuti MPLS di Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) puluhan ribu siswa di Kota Tangerang mulai dari tingkat PAUD hingga SMP negerti maupun swasta memasuki jenjang sekolah baru tahun ajaran 2023/2024.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Jamaluddin mengatakan, masa-masa ini adalah penyesuaian dari para siswa terhadap lingkungan baru sehingga tidak jarang akan menjumpai anak-anak yang rewel maupun enggan untuk bersekolah, khususnya pada pekan pertama.

"Alasan malas sekolah itu bisa macam-macam. Mulai dari takut, malu, sungkan, hingga malas. Perasaan itu manusiawi karena anak akan menghadapi lingkungan baru yang penuh dengan ketidakpastian dan perlu adaptasi," ujar Jamal pada Selasa, 18 Juli 2023.

Oleh karena itu, Jamal memberikan sejumlah tips yang dapat diterapkan untuk membantu anak beradaptasi di pekan-pekan pertama sekolah. Antara lain sebagai berikut:

Parafrase dari poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

1. Membangun Kolaborasi dengan Guru

Kepala Sekolah, para Pengajar, dan Staf Pendidikan berinteraksi dengan siswa baru dan orang tua/wali yang mengantarkan, serta saling bertukar kontak seperti nomor telepon atau media sosial. Tujuannya adalah untuk mempermudah komunikasi dalam menjalin komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang lebih positif dan menyenangkan.

2. Mengendalikan Emosi dan Tetap Tenang

Ketika anak sulit atau enggan pergi ke sekolah, terutama di minggu pertama masuk, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Hal ini akan membantu anak merasa lebih rileks. Berusahalah tetap sabar dalam mengajak anak ke sekolah dan tetap tenang untuk mencari tahu penyebab anak menolak pergi ke sekolah.

Baca Juga: Larang Perpeloncoan dalam MPLS, Wali Kota Arief Beri Sanksi Sekolah yang Langgar Aturan

3. Memberikan Semangat dan Motivasi

Setelah menemukan masalah yang dihadapi oleh anak, orang tua perlu memberikan semangat dan motivasi. Misalnya, jika anak merasa minder, beritahukan kelebihan anak dan bagaimana hal-hal tersebut bisa diterapkan di sekolah.

4. Menghindari Membandingkan dengan Anak Lain

Kadang-kadang orang tua mencoba memotivasi anak dengan membandingkannya dengan anak lain atau saudara kandung. Sebaiknya, hal ini sebaiknya dihindari karena bisa membuat anak merasa tertekan. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak membandingkan anak dengan orang lain, melainkan lebih baik fokus untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh anak dengan memanfaatkan kelebihannya.

5. Memberikan Reward atau Penghargaan

Baca Juga: DPR RI Komentari Polemik MPLS di SDN Uwung Jaya Kota Tangerang

Orang tua sebaiknya tidak pelit dalam memberikan penghargaan jika terdapat perkembangan positif pada anak. Penghargaan tidak selalu berupa benda, tetapi bisa berupa pujian dan motivasi yang terus diberikan. Namun, jika ingin memberikan penghargaan berupa barang, disarankan untuk tidak memberikan barang yang mahal atau tidak bermanfaat, karena hal tersebut dapat membuat anak menjadi terlalu manja.

TANGSEL
Personel Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Terluka saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

Personel Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Terluka saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

Senin, 24 Agustus 2026 | 10:15

Seorang petugas dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengalami cedera saat penggerebekan tempat pemalsuan uang di sebuah gudang kawasan industri Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat 21 Agustus 2026, lalu.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Atasi Krisis Dokter Spesialis, Dinkes Banten Gunakan Rontgen Portabel Berbasis AI untuk CKG

Atasi Krisis Dokter Spesialis, Dinkes Banten Gunakan Rontgen Portabel Berbasis AI untuk CKG

Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:18

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menggunakan teknologi rontgen portabel yang dilengkapi Artifisial Intelligence (AI) untuk melakukan analisis penyakit dalam yang dialami masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

KAB. TANGERANG
PA Tigaraksa Catat 116 Kasus Perceraian ASN, Ini Pemicu Paling Banyak

PA Tigaraksa Catat 116 Kasus Perceraian ASN, Ini Pemicu Paling Banyak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:42

Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa mencatat sebanyak 116 kasus perceraian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di sepanjang 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill