Connect With Us

Penyelundup Jakarta Bawa Sabu 301 Gram

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 25 September 2013 | 16:24

Tersangka menunjukan barang bukti sabu kepada wartawan. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


 
TANGERANG-Rudy, 30, seorang penyeludup narkotika jaringan Jakarta yang ditangkap di Teminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Selasa (24/9) lalu saat membawa sabu seberat 301 gram  didalam sepatu olahraga merk Reebok yang dibawa di tasnya.
 
Rudy diketahui pemain lama yang telah berkali-kali menyelundupkan narkotika ke luar daerah di Indonesia.
 
Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Guntur M Thariq mengatakan, pelaku rencananya akan membawa sabu tersebut ke Pangkal Pinang dengan pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan Air SJ 729 pukul 18.10 WIB. Namun upayanya gagal karena diketahui petugas Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara.
 
"Petugas curiga dengan barang yang ada di dalam tasnya. Setelah diperiksa ternyata terdapat 301 gram sabu-sabu yang dibungkus dalam enam plastik alumunium foil di dalam sepatu Reebok. Di sepatu kanan ada 143 gram dan di sepatu kiri ada 158 gram," katanya, Rabu (25/9).
 
Guntur menambahkan, dari penangkapan tersangka, pihaknya langsung  melakukan pengembangan ke kawasan Joglo dan tempat dia tinggal di Jasinga, Bogor. Hasilnya ditemukan barang bukti 2 gram sabu, 2 alat hisap sabu (bong) dan pembukuan transaksi narkotika milik tersangka.
 
"Kita lihat di pembukuannya, ternyata banyak data transaksi yang  nilainya sampai ratusan juta rupiah. Ternyata tersangka merupakan pemain lama yang sudah sering mengirim narkotika dari Jakarta ke Pangkal Pinang, kemungkinan juga ke daerah Sumatera dan Palembang. Dalam satu hari transaksinya bisa mencapai Rp175 juta," katanya.
 
Guntur menduga terdapat pabrik sabu di kawasan Jakarta. Pihaknya masih melakukan pengejaran hingga ke tingkat produsen dan pemilik barang haram tersebut.
 
"Kalau dilihat dari pembukuan transaksi tersangka ada juga beberapa nama penerima uang, kita duga itu anggota jaringannya," katanya.
 
Sementara Security Manager Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta Mulyoto mengatakan, pengungkapan upaya penyelundupan sabu ini merupakan kejelian petugas di lapangan. Menurutnya, barang yang dibawa pelaku terlihat dalam tampilan x-ray.
 
"Kalau barang organik itu warnanya oranye, kalau non organik warnanya hitam pekat. Di tampilan x-ray, sepatu tersangka warnanya hitam oranye pekat, karena itu kita curiga. Akhirnya, dilakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan, ternyata ada narkotika di dalamnya. kita langsung laporkan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta," tukasnya. 
BISNIS
Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:08

Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

PROPERTI
Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau

Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau

Rabu, 6 Mei 2026 | 13:49

Di tengah kepungan polusi udara dan kenaikan suhu di wilayah penyangga Jakarta, konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) kini bukan lagi sekadar pelengkap estetika bangunan. Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill