Connect With Us

13 Pintu Tol Sedyatmo Diusulkan E-toll Semua

Denny Bagus Irawan | Rabu, 14 Januari 2015 | 04:02

Polres Bandara Batasi Kendaraan Besar (Dira Derby / TangerangNews)

 
TANGERANG-Petugas Polres Metro Bandara selain memberlakukan pembatasan kendaraan bagi kendaraan besar/berat menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga  saat ini tengah mengusulkan kepada PT Jasa Marga untuk merubah sistem pembayaran di 13 pintu tol Sedyatmo yang mengarah ke Bandara.
 
Dari 13 pintu tol tersebut, kata dia, ada enam pintu e-toll dan satu on board unit (obu).
 
"Kita usulkan supaya e-toll card dua pintu saja. Obu hilangkan, karena itu membuat kemacetan juga," katanya. 
 
Tetapi Kapolres yakin PT Jasa Marga tidak akan setuju dengan usulan tersebut. Kemungkinan, kata dia, PT Jasa Marga akan kesulitan karena sudah ada kontrak dengan perbankan. Karena keyakinan ditolak itu, Kapolres mengajukan usul kedua, yakni merubah semua pintu tol menjadi e-toll. 
 
"Jadi semua yang akan ke bandara bisa cepat, antrean tidak panjang. Sediakan juga penjual e-toll card-nya di lokasi. Tetapi tentu semua harus disosialisasikan terlebih dahulu," terangnya. 
 
Sementara itu, Manajer Humas dan Protokoler Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan mengatakan, pihaknya memang telah melakukan rapat dengan seluruh instansi di Bandara. “Dan, langkah itu memang hasil rapat bersama. Salah satu usulan sebelumnya yang telah dilakukan adalah pemberlakuan dua arah Jalan Perimeter Utara dan Selatan. Hasilnya memang efektif," ujarnya.
 
Tetapi, khusus untuk pemberlakuan pembatasan di Jalan Tol Sediyatmo menurutnya kewenangan Polda Metro Jaya dan Jasa Marga. Jika melihat hasilnya dalam satu bulan ini, diakuinya sangat berhasil menekan angka kemacetan di bandara. "Kami bersyukur sudah mulai terurai," terangnya.
 
TANGSEL
Kisah Veri, Kayuh Sepeda Sendiri Mudik dari Serpong ke Palembang

Kisah Veri, Kayuh Sepeda Sendiri Mudik dari Serpong ke Palembang

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:44

Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ciwandan, ada satu pemandangan yang tidak biasa. Sebuah sepeda hitam dengan sleeping bag dan tenda terikat rapi di bagian belakang melaju pelan menuju area pelabuhan

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill