Connect With Us

Kasus Pencurian Terungkap, Porter Lion Air Banyak yang Tak lagi kerja

Dena Perdana | Selasa, 5 Januari 2016 | 14:39

Pencuri koper penumpang saat ditangkap petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG - Petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta kesulitan mengejar pada pelaku pencuri bagasi penumpang pesawat Lion Air. Sebab, para pelaku yang umumnya adalah porter maskapai Lion Air memilih tak bekerja lagi. 

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Aszhari Kurniawan saat berbincang dengan Selasa (5/1/2016) siang mengatakan, hal tersebut.

"Sebagian besar sudah pada kabur. Terkait dengan penggelapan ini porter Lion Air banyak yang tak lagi bekerja," kata Aszhari.

Meski demikian, polisi sudah mengantongi sejumlah porter Lion Air yang masih dalam kelompok sindikat pencuri barang penumpang di bagasi pesawat. Sampai saat ini, polisi masih mengejar pelaku ke beberapa daerah yang masih dalam cakupan Jabodetabek dan sekitarnya.

Hingga saat ini, baru ada empat tersangka yang merupakan porter dan security atau petugas keamanan maskapai Lion Air yang terekam CCTV milik PT Angkasa Pura II tengah mengambil barang di koper penumpang, tertanggal 16 November 2015. Mereka adalah S ,22, M ,29, A ,28, dan H,29.

S dan M adalah porter Lion Air, sedangkan A dan H petugas keamanan Lion Air.

Dari pencurian yang mereka lakukan, didapati barang bukti berupa delapan telepon genggam dan uang tunai Rp 200.000.

Para tersangka mengaku sudah lama melakoni pencurian seperti itu dengan melibatkan porter dan petugas keamanan maskapai yang seharusnya bertugas mengawal dan memeriksa porter saat akan dan setelah memuat barang ke bagasi pesawat.

"Dalam kasus ini tidak ada otak atau dalang, yang ada adalah senior junior. Petugas keamanan Lion Air juga berperan besar dalam praktek pencurian sistematis ini. Padahal seharusnya dia yang mencegah," katanya. 

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill