Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANG-Seluruh penumpang maskapai penerbangan Lion Air dari Singapore pada Selasa (10/5/2016) dengan nomor penerbangan JT 161 yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang lolos dari pemeriksaan baik Imigrasi maupun Bea Cukai.
Informasi yang didapat, pesawat yang tiba sekitar pukul 19.30 WIB keluar melalui terminal 1 domestik, bukan terminal Internasional. Hal itu jelas mengakitkan seluruh penumpang yang masuk ke Indonesia itu menjadi illegal.
Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Agus Hariyadi Agus membenarkan peristiwa itu. Namun, dia membantah itu semua adalah kesalahan dari pihak PT Angkasa Pura II. Dia menuding pengemudi bus ground handling maskapai Lion Air lah yang menyebabkan hal itu.
“Seharusnya ketika penumpang turun dari pesawat langsung diantar atau diarahkan menuju kedatangan internasional di Terminal 2. Namun terjadi miskomunikasi di antara pengemudi bus ground handling maskapai (Lion Air) sehingga penumpang justru diantar ke kedatangan domestik di Terminal 1,” tulis Agus Hariyadi melalui pesan elektroniknya, Sabtu (14/05/2016).
Dia mengatakan, petugas Aviation Security Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang mengetahui kesalahan prosedur itu menurut Agus lalu mengambil tindakan untuk mengarahkan penumpang ke jalur yang benar yakni kembali ke bus untuk menuju kedatangan internasional Terminal 2 supaya penumpang melalui proses imigrasi.”Sehingga hanya tujuh yang lolos. Lebih baik tanyanya langsung kepada maskapai,” katanya kepada wartawan.
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews