Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNews.com-Pihak PT Angkasa Pura II menjamin bahwa sistem backup kelistrikan di Terminal 3 Ultimate sudah lebih baik dan siap digunakan. Hal itu dilakukan berdasarkan temuan Kementerian Perhubungan yang mengharuskan adanya perbaikan sistem backup kelistrikan.
Vice President Electronical & Mechanical Engineering PT Angkasa Pura II, M Putra Pariadi mengatakan, sejak simulasi terakhir dengan Kemenhub, pihaknya langsung melakukan perbaikan dan pengujuan sebanyak lima kali hingga hari ini, Minggu (19/6/2016).
“Kemarin bukan permasalahan sistem kelistrikan yang tidak siap, lebih kepada beberapa fasilitas relay proteksi yang harus diseting ulang. Kemarin juga terjadi gagal supply dari genset karena beberapa sistim kita jatuh. Tapi sudah diperbaiki dan kita yakin sudah lebih baik,” jelasnya, Minggu (19/6/2016).
Menurut Putra, kebutuhan listrik di Terminal 3 Ultimate sebesar 28 Megawatt. Namun untuk kebutuhan operasional tahap awal dibutuhkan 12 Megawatt. Terminal 3 memiliki genset berjumlah 4 unit dimana masing-masing unit berkapasitas 3 Megawatt.
“Rencananya kita akan mengundang Kemehub dan besok akan minta mereka mendampingi melakukan eksistensi sistem yang diperbaiki,” jelasnya.
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TODAY TAGGuna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.
Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews