Connect With Us

Bahan Narkotika Rp7 Miliar Diselundupkan WN India

| Selasa, 23 Februari 2010 | 16:17

Wn India yang menjadi tersangka dalam kasus penyelundupan ketamine seberat 7 kilogram. (tangerangnews / rangga)

 
TANGERANGNEWS-Warga Negara India, Needjamudin Kamaludeen (NK),35 yang kedapatan menyelundupkan bahan baku narkotika (Ketamine) seberat 7 kilogram senilai Rp7 miliar, berhasil diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Terminal II E kendatangan setelah pelaku menyembunyikannya di dalam piguran dan tas khusus.  
 
Penangkapan yang dilakukan pada Senin (22/2) malam itu berawal dari kecurigaan petugas yang melihat bawaan barang penumpang pesawat Singapore Airline (SQ) 5357 dari India dan transit di Singapura untuk melanjutkan perjalananya ke Indonesia tampak mencurigakan.
 
Pasalnya, ketika melintas di mesin X-Ray , 10 paket pigura yang dikemas dengan kantong plastik, bagian bingkainya terlihat buram. Begitu pula dengan bagian dalam dinding enam paket tas tangan berwarna cream. Setelah di cek dengan teliti, ternyata di semua bingkai figura dan bagian dinding tas tersebut terdapat  bubuk berwarna putih.
 
"Ke-7 kilogram bubuk putih itu setelah kami periksa ternyata ketamine, yang merupakan bahan baku narkotika. Tersangka menyimpan dalam kerangka pigura kayu yang berjumlah 10 buah dan dalam dinding enam buah tas kerja dari kulit," kata Baduri Wijayanta, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, siang ini. Apabila, lanjutnya, barang tersebut di konsumsi efeknya bisa fly seperti mengkonsumsi sabu dan ekstasi.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, semakin hari penyelundupan Narkotika di Bandara itu semakin dijajal pengawasannya oleh para pelaku jaringan narkotika Internasional.”Yang kita tangkap ini umumnya adalah hanya kurir,” katanya. Misalnya, kata dia, penangkapan terhadap Needjamudin ini.
 
Dirinya mengaku berprofesi sebagai pedagang pakaian emperan di Bombay,  India. Needjamudin terpaksa melakukan itu karena dirinya sedang dililit hutang sebanyak 40.000 rupe. Kemudian, temannya lalu mengenalkannya kepada bos Narkotika berinisial S. “Kemudian dia dijanjikan uang sebesar 5.000 rupe sekali kirim ketamine itu. Tersangka memang dikendalikan dari India oleh bos-nya yang berinisial S,” ujarnya. (rangga)

BANTEN
Cuaca di Banten Makin Panas, BMKG Sebut Mulai Masuki Musim Kemarau

Cuaca di Banten Makin Panas, BMKG Sebut Mulai Masuki Musim Kemarau

Rabu, 10 Juni 2026 | 05:39

Masyarakat Banten belakangan merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan peralihan musim yang sedang berlangsung di wilayah Banten.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

PROPERTI
Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan

Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06

Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill