Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II akan membangun Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta. Proyek yang menelan anggaran Rp 11 triliun ini untuk mengatasi peningkatan penumpang.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, progres pembangunan Terminal 4 masih dalam penyelesaian konseptual desain yang akan dituntaskan pada tahun 2018.
"Presiden memberikan instruksi kepada kita, jadi terminal 4 itu tahun ini akan menyelesaikan basic design dan mudah-mudahan bisa selesai diawal 2019. setelah itu kita masuk ke DED," ujarnya di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (23/6/2018).
Setelah dilanjutkan penyelesaian detail engineering design (DED), Awaluddin menuturkan dokumen tender pun kemudian akan dituntaskan.
"Nah DED kami akan selesaikan mudah-mudahan sampai dengan Q3 2019 setelah itu kita masuk ke persiapan tender juga penyiapan lahan dan sebagainya," paparnya.
Luas Terminal 4 hampir sama dengan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Terminal 3 memiliki luas lahan 400 ribu meter perseg. Sedangkan Terminal 4 akan dibangun dengan luas lahan 390 ribu meter persegi.
"Sehingga kalau lancar pada semester 1 tahun 2020 kita sudah bisa persiapan untuk pergerakan pembangunannya," ungkapnya.
Sementara, saat ditanya lokasi terminal itu, Awaluddin mengatakan terletak di Kampung Cargo atau Cargo Village, diarea bandara Soekarno-Hatta. Proyek ini ditaksir akan menelan anggaran sebesar Rp11 triliun.
"Nilainya sendiri kita perkirakan Rp11 triliun. Itu juga termasuk keseluruhan fasilitas bukan hanya terminal," tukasnya.(RAZ/HRU)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGGelandang Persita Tangerang asal Korea Selatan (Korsel) Bae Sin-yeong berpeluang akan segera membela Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews