Connect With Us

Pemadaman Listrik di Bandara Soetta Memalukan Negara

| Jumat, 6 Agustus 2010 | 14:51

Penumpukan penumpukan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (tangerangnews / dira)

 

TANGERANGNEWS-Ketua umum MTI Danang Parikesit menilai, peristiwa padamnya listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sangat memalukan Indonesia di mata dunia internasional. Dia bahkan menambahkan, jika pemerintah tidak segera menangani hal ini.

Dalam kurun waktu satu minggu kedepan,  dikhawatirkan jumlah wisatawan luar negeri akan berkurang drastis. “Ini akan berbuntut pada penurunan kunjungan wisatawan luar negeri,” katanya.
 
Pasti hal ini, kata dia,  sangat memalukan Indonesia. “Saya yakin informasi ini akan meluas ke luar negeri. Jika dalam satu hingga dua hari tidak ada tindakan nyata dari pemerintah untuk memperbaiki sistem ini, kemungkinan besar banyak turis yang enggan datang ke Indonesia," kata Danang.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami padam listrik untuk yang ketiga kalinya. Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang dari pukul 3.30-9.00 WIB, hari ini.
 
PT Angkasa Pura II, selaku pengelola Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta  pun kerepotan mengahadapi pemadaman listrik tersebut. Sebab, penumpukan penumpang itu terjadi lantaran, jadwal penerbangan, dan fasilitas umum ikut terganggu.(dira)
 
HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill