Connect With Us

Evaluasi Dulu Bandara Jika Mau Diserahkan ke Asing

| Minggu, 10 Oktober 2010 | 21:22

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terminal 3 (tangerangnews / dira)

 
 
TANGERANGNEWS-Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Indonesia (Inaca) Tengku Burhanuddin mendesak dilakukannya evaluasi terhadap permasalahan bandar udara (bandara) di Indonesia khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum pihak asing masuk untuk mengelola.
 
"Evaluasi dulu baru ditentukan asing boleh masuk untuk kelola. Itu pun harus ada aturannya," ujarnya.
Ia menuturkan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan memang menyebutkan pihak swasta dapat masuk dalam bidang penerbangan. Namun, ia mengaku tidak jelas apakah pihak swasta ini asing atau nasional.
 
"Kalau asing harus ada juklak (petunjuk pelaksana) dan aturannya." Ia juga mengaku belum mendapat gambaran seperti apa juklak dan aturan yang dapat mengikat asing.

"Tapi harus ada grand design yang menyeluruh jika ingin memiliki bandara seperti bandara Changi, Singapura atau bandara di Malaysia. Dan itu pun harus diketahui dulu permasalahan kita apa, buat grand design dan lihat apakah kita mampu mengelolanya atau diserahkan kepada asing. Tapi, harusnya kita mampu. Asing dapat menjadi konsultannya," terangnya.
 
Ia menambahkan, untuk memiliki bandara yang sesuai dengan standar Internasional, kepala negara juga harus berkomitmen dan turut campur untuk membenahi permasalahan bandara Indonesia.
  "Bandara-bandara di luar negeri itu kan kepala negaranya berkomitmen penuh," tandasnya. (dira)
 
NASIONAL
Pria Asal Tangerang Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik di Kamar Kos Bandar Lampung

Pria Asal Tangerang Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik di Kamar Kos Bandar Lampung

Senin, 9 Februari 2026 | 16:54

Penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi mengenaskan menggerkan warga di Kecamatan Untung, Bandar Lampung.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill